
Photo
JawaPos.com - Biaya yang harus ditanggung Xi Jinping untuk tetap memberlakukan kebijakan zero Covid-19 jelas mahal. Karena mobilitas yang lumpuh, roda ekonomi negara adidaya Asia itu ikut tersendat. Hal tersebut juga ikut memengaruhi negara mitra Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok resmi merilis Purchasing Manager’s Index (PMI) pada April sebesar 47,4 poin. Poin yang berada di bawah 50 itu menunjukkan bahwa kegiatan industri sedang terkontraksi. Bahkan, level ini diakui merupakan yang terendah sejak Februari 2020.
“Beberapa perusahaan sudah mengurangi atau menghentikan produksi. Sebagian besar karena adanya kesulitan dan transportasi,” papar pakar statistik senior National Bureau of Statistics (NBS) Zhao Qinghe menurut Agence France-Presse.
Sabtu (30/4) Caixin merilis PMI versi mereka sendiri, yakni 46,0. Grup media itu lebih dipercaya publik bisa mengamati situasi yang lebih objektif daripada pemerintahan Tiongkok. Angka terbaru mereka turun jika dibandingkan dengan PMI bulan lalu, yakni 48,1.
Aspek yang paling anjlok memang soal logistik. Indeks yang mengukur kecepatan pengiriman barang dari penyuplai bahan baku turun drastis dari 46,5 menjadi 37,2. Padahal, Xi Jinping sudah berjanji bahwa lockdown tersebut tak akan memengaruhi rantai suplai untuk industri Tiongkok.
“Setelah saya mengantar makanan ke Shanghai, saya harus ikut karantina. Kalau tidak, kota-kota lainnya tak akan mengizinkan saya masuk,” ungkap Meng Hong, sopir truk Tiongkok, menurut The Guardian.
Hasilnya, banyak pakar yang mulai memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Pertumbuhan PDB 2022 yang awalnya diprediksi 5,5 persen kini dinilai International Monetary Fund (IMF) hanya akan mencapai 4,4 persen.
Nomura, raksasa finansial Jepang, bahkan menurunkan analisis pertumbuhan ekonomi Tiongkok dari 4,3 persen menjadi 3,9 persen. Mereka memperkirakan pertumbuhan PDB Tiongkok selama kuartal kedua hanya akan tumbuh 1,8 persen.
“Saya melihat bahwa pertumbuhan PDB bahkan bisa mencapai negatif,” ujar Zhang Zhiwei, president and chief economist di Pinpoint Asset Management.
Hal tersebut tak serta-merta membuat negara lain senang. Bagaimana tidak, Tiongkok merupakan pusat dari jaringan industri global. Shanghai dan sekitarnya merupakan pemasok otomotif, elektronik, dan produk lainnya untuk dunia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
