
Serangan Amerika Serikat dan Inggris terhadap Houthi.
JawaPos.com - Jutaan penduduk Yaman melakukan demu usai serangan udara yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Inggris pada Jumat (12/1) dini hari ke pangkalan Militer Houthi.
Penduduk Yaman berkumpul di berbagai kota menunjukkan bentuk protes dan mengutuk tindakan yang dilakukan AS-Inggris saat menyerang wilayah mereka..
Gelombang konflik antara Israel-Gaza meluas, Yaman sebagai negara pejuang yang membela kemerdekaan Palestina kini ikut diserang.
Kejadian ini dipicu karena AS-Inggris yang tidak terima atas perlakukan Houthi selaku Gerakan bersenjata Yaman yang melakukan pembajakan terhadap kapal-kapal mereka di Laut Merah yang akan menuju Israel.
Dikutip dari Reuters, Kementerian Pertahanan Inggris James Heappey yang mengatakan bahwa serangan Amerika yang dilakukan adalah sebagai bentuk pembelaan diri untuk melemahkan kemampuan Houthi.
Houthi mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan kapal-kapal yang akan menuju ke Israel, lebih dari 1000 mil jauhnya.
Pembajakan yang dilakukan oleh Houthi ini sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina yang saat ini tengah berkonflik dengan Israel.
“Kami tidak menyerang Pantai Amerika, kami juga tidak bergerak di pulau-pulau Amerika, kami juga tidak menyerang mereka” kata Al Houthi.
Pada hari Jumat (12/1), penduduk Yaman memberikan respon cepat terhadap serangan yang diluncurkan oleh AS-Inggris dengan melakukan demo besar-besaran di berbagai kota.
Beberapa kota diantaranya ada di kota Hodeida, IBB dan juga pusat kota Sana’a.
Dikutip dari akun instagram @khaledbeydoun diketahui bahwa tercatat ada 5 juta penduduk Yaman yang berkumpul di Kota Sana’a untuk melakukan demo serta protes terhadap peluncuran bom oleh AS-Inggris.
Mereka berkumpul sambil membawa tulisan-tulisan protes dan juga mengibarkan bendera Palestina disana.
Dikutip dari France24 para demonstran itu meneriaki “Kematian bagi Amerika, Kematian bagi Israel”. Mereka meneriaki dibawah lautan Yaman dan juga bendera Palestina.
Salah satu demonstran Yaman Abdel Azim Ali kepada France24 mengatakan bahwa pihaknya siap menyatakan perlawanan dengan AS dan sekutunya secara terbuka dan tidak punya pilihan lain.
“Jika Amerika dan sekutunya memutuskan menyatakan perang terbuka terhadap kami, kami siap untuk itu dan kami tidak punya pilihan selain membawa kemenangan atau jatuh sebagai martir,” kata Abdel Azim.
Demonstran lain Mohammed Hussein juga mengatakan bahwa dirinya sedang menunggu peperangan dengan Amerika Serikat akan terjadi.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
