Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2024 | 17.14 WIB

Wakil Pemimpin Hamas Tewas dalam Serangan Israel di Beirut, Begini Respons Hizbullah, PBB, dan Pemerintah Lebanon

Orang-orang berkumpul di luar apartemen milik gerakan Hamas yang hancur akibat serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 2 Januari 2024. (Xinhua/Bilal Jawich)

 

JawaPos.com – Wakil Pemimpin Hamas, Saleh al-Arouri, meninggal dunia dalam serangan Israel, Selasa (2/1). Arouri meninggal saat serangan pesawat tanpa awak Israel yang menyerang pinggiran selatan Beirut.

Serangan yang mengakibatkan Arouri meninggal pun direspons oleh berbagai pihak. Kelompok Hizbullah di Lebanon, mengecam serangan yang membunuh wakil pemimpin Hamas tersebut.

Mengutip Antara, Rabu (3/1), serangan tersebut dinilai Hizbullah sebagai serangan yang serius kepada Lebanon, rakyat, keamanan, kedaulatan, dan perlawanan Hamas kepada Israel.

Pembunuhan Arouri juga dianggap Hizbullah memiliki pesan politik dan keamanan yang sangat simbolis serta menggambarkan perkembangan membahayakan dalam perang dengan Israel dan poros perlawanannya.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Lebanon, Najib Mikati, menyatakan mengutuk ledakan yang terjadi di pinggiran selatan Beirut dan menyebut sebagai kejahatan baru Israel.

“Ledakan ini bertujuan untuk menyeret Lebanon ke fase konfrontasi baru menyusul serangan yang terus terjadi setiap hari di wilayah selatan yang menimbulkan banyak korban jiwa dan luka,” katanya.

Ia juga mengatakan Lebanon berkomitmen pada resolusi legitimasi internasional Resolusi PBB 1701. Ia menilai Israel telah melanggar dan melampaui resolusi tersebut.

Lebanon pun berencana mengajukan keberatan dan mendesak Dewan Keamanan PBB terhadap tindakan penyerangan Israel tersebut.

Penyerangan Israel ke Beirut ini juga telah direspons Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, menganggap peristiwa pembunuhan pemimpin Hamas dalam sebuah serangan sebagai perkembangan yang mengkhawatirkan.

"Tentu saja, perkembangannya sangat mengkhawatirkan. Dan saya rasa, ini benar-benar menyoroti apa yang baru saja dikatakan oleh Sekjen PBB tentang bahaya dari menyebarnya konflik (Israel-Palestina) ke kawasan yang lebih luas," ucap Juru Bicara Guterres, Florencia Soto Nino, Selasa (2/1).

Ia pun mengatakan Sekjen PBB meminta semua pihak untuk menahan diri maksimal dan mengambil langkah-langkah secepatnya untuk mengurangi ketegangan di wilayah tersebut.

Selain itu, ia menuturkan konflik yang berkepanjangan tersebut memiliki risiko kesalahan perhitungan yang besar dari berbagai pihak.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore