Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Desember 2023 | 15.48 WIB

Pilu! Tidak Bisa Lagi Diobati, Anak-anak Palestina Diberi Obat Penenang demi Ringankan Rasa Sakit Saat Meninggal

Sean Casey dari WHO, dan ilustrasi korban anak-anak di rumah sakit Gaza.

JawaPos.com - Kabar memilukan terus-menerus datang dari Gaza dan para korban pengeboman Israel terhadap warga Palestina.

Dikutip JawaPos.com dari SBS News AU, Jumat (29/12), sistem kesehatan di Gaza tidak lagi mampu merawat banyaknya korban yang berjatuhan.

Dalam video yang diunggah di akun TikTok SBS News AU, seorang koordinator tim medis darurat WHO, Sean Casey, mengungkapkan kondisi memilukan yang dialami anak-anak korban genosida Israel.

Anak-anak Palestina yang sekarat di Rumah Sakit Al-Aqsa terpaksa harus diberi obat penenang karena tidak dapat lagi diobati.

Obat penenang tersebut diberikan dengan maksud untuk meringankan rasa sakit anak-anak korban serangan Israel tersebut ketika mereka meninggal.

“Seorang anak berusia 9 tahun bernama Ahmed diberi obat penenang untuk meringankan penderitaannya saat ia meninggal,” ujar Sean dalam video tersebut.

Pengeboman dan serangan besar-besaran Israel yang telah dilakukan selama 80 hari telah menghancurkan sistem kesehatan di Gaza.

“Para dokter dan perawat di sini (Rumah Sakit Al-Aqsa Gaza) selalu berusaha melakukan yang terbaik, namun usaha terbaik mereka tidak akan pernah cukup sampai adanya gencatan senjata,” lanjut Sean Casey.

Petugas medis di rumah sakit tidak dapat mengikuti laju banyaknya korban yang terus berjatuhan yang terus masuk ke rumah sakit tersebut 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, setiap harinya.

“Kita tidak seharusnya melihat anak-anak seperti Ahmed menderita dan sekarat karena pengeboman dan serangan, dan rumah sakit yang tidak lagi memiliki kapasitas yang cukup untuk merawat mereka,” tambah Sean.

WHO mengatakan, rumah sakit di Gaza sudah melebihi kapasitas mereka dan memperingatkan bahwa banyak dari korban terluka akibat serangan itu dapat meninggal ketika menunggu perawatan.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu masih bertekad kuat untuk melanjutkan perjuangan melawan militan Hamas.

Hal tersebut akan terus dilakukan Israel tanpa memedulikan warga Palestina yang berduka atas lebih dari 100 orang yang tewas dalam serangan udara Israel setiap harinya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore