Sean Casey dari WHO, dan ilustrasi korban anak-anak di rumah sakit Gaza.
JawaPos.com - Kabar memilukan terus-menerus datang dari Gaza dan para korban pengeboman Israel terhadap warga Palestina.
Dikutip JawaPos.com dari SBS News AU, Jumat (29/12), sistem kesehatan di Gaza tidak lagi mampu merawat banyaknya korban yang berjatuhan.
Dalam video yang diunggah di akun TikTok SBS News AU, seorang koordinator tim medis darurat WHO, Sean Casey, mengungkapkan kondisi memilukan yang dialami anak-anak korban genosida Israel.
Anak-anak Palestina yang sekarat di Rumah Sakit Al-Aqsa terpaksa harus diberi obat penenang karena tidak dapat lagi diobati.
Obat penenang tersebut diberikan dengan maksud untuk meringankan rasa sakit anak-anak korban serangan Israel tersebut ketika mereka meninggal.
“Seorang anak berusia 9 tahun bernama Ahmed diberi obat penenang untuk meringankan penderitaannya saat ia meninggal,” ujar Sean dalam video tersebut.
Pengeboman dan serangan besar-besaran Israel yang telah dilakukan selama 80 hari telah menghancurkan sistem kesehatan di Gaza.
“Para dokter dan perawat di sini (Rumah Sakit Al-Aqsa Gaza) selalu berusaha melakukan yang terbaik, namun usaha terbaik mereka tidak akan pernah cukup sampai adanya gencatan senjata,” lanjut Sean Casey.
Petugas medis di rumah sakit tidak dapat mengikuti laju banyaknya korban yang terus berjatuhan yang terus masuk ke rumah sakit tersebut 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, setiap harinya.
“Kita tidak seharusnya melihat anak-anak seperti Ahmed menderita dan sekarat karena pengeboman dan serangan, dan rumah sakit yang tidak lagi memiliki kapasitas yang cukup untuk merawat mereka,” tambah Sean.
WHO mengatakan, rumah sakit di Gaza sudah melebihi kapasitas mereka dan memperingatkan bahwa banyak dari korban terluka akibat serangan itu dapat meninggal ketika menunggu perawatan.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu masih bertekad kuat untuk melanjutkan perjuangan melawan militan Hamas.
Hal tersebut akan terus dilakukan Israel tanpa memedulikan warga Palestina yang berduka atas lebih dari 100 orang yang tewas dalam serangan udara Israel setiap harinya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
