Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2023 | 23.24 WIB

AS dan Israel  Saling Tuding Pernah Lakukan Pembunuhan Masal, Hubungan Kedua Negara Mulai Retak

Presiden AS, Joe Biden bertemu dengan PM Israel, Netanyahu./AP

Jawapos.com – Agresi militer Israel di jalur Gaza menewaskan lebih dari 18.000 warga Palestina, dan telah membuat negara Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu Tel-Aviv geram.

Hal ini tentu menimbulkan keretakan hubungan antara Israel dan AS.

Sebelumnya diberitakan, kedua negara tersebut saling menyalahkan pernah melakukan pembunuhan massal di dunia.  

Dilansir dari Reuters, Rabu (13/12), Presiden AS Joe Biden pada Selasa (12/12)mengatakan, Israel kehilangan dukungan atas pemboman "sembarangan" di Gaza.  

Ia juga menyerukan  bahwa Benjamin Netanyahu harus berubah. Hal ini tentu  memperlihatkan keretakan baru dalam hubungan dengan Netanyahu.

Pernyataan Biden, yang disampaikan kepada para donor untuk kampanye pemilihannya kembali pada tahun 2024,

“Keamanan Israel bisa saja bergantung pada Amerika Serikat, namun saat ini Israel memiliki lebih dari Amerika Serikat. Israel memiliki Uni Eropa, memiliki Eropa, dan memiliki sebagian besar dunia. Namun mereka mulai kehilangan dukungan tersebut dengan pemboman tanpa pandang bulu yang terjadi,” kata Biden.

Hal  tersebut merupakan penyataaan paling kritisnya  dalam menanggapi cara Netanyahu menangani perang  di Gaza.

Hal ini sangat kontras dengan dukungan literal dan politisnya terhadap pemimpin Israel beberapa hari setelah serangan militan Hamas pada 7 Oktober di selatan.

Dalam pernyataannya ,Biden juga menyinggung percakapan pribadi di mana pemimpin negara Zionis tersebut berkata tentang pembunuhan masal yang pernah dilakukan AS.  

"'Anda mengebom Jerman, Anda menjatuhkan bom atom, banyak warga sipil tewas,"

Presiden ke 46 AS tersebut kemudian menjawab tudingan pemboman dari Tel Aviv :

"Ya, itu sebabnya semua lembaga ini didirikan setelah Perang Dunia Kedua untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi. jangan membuat kesalahan yang sama seperti yang kita lakukan pada 9/11. Tidak ada alasan mengapa kita harus berperang di Afghanistan."

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore