Sepanjang pidatonya, ia terlihat menahan air mata dan menyerukan kepada para wanita untuk membantu memperkuat kekuatan bangsa melalui
kelahiran anak.
"Menghentikan penurunan
angka kelahiran dan menyediakan pengasuhan dan pendidikan yang baik bagi anak-anak adalah urusan keluarga yang harus kita selesaikan bersama dengan para ibu," ujar Kim dilansir dari Sky News, Kamis (7/12).
Baca Juga: Perempuan Memiliki Peran Penting dalam Pembangunan di Korea Utara, Kim Jong Un Bercucur Air Mata Sampaikan Pesan IniMenurut para ahli, banyak keluarga baru di
Korea Utara yang tidak memiliki lebih dari satu anak karena mereka membutuhkan banyak uang untuk membesarkan anak-anak mereka.
Perkiraan
angka kelahiran yang akurat sulit dilakukan karena minimnya data statistik di Korea Utara, yang merupakan salah satu negara termiskin di dunia.
Menurut perkiraan pemerintah Korea Utara, tingkat kesuburan negara tetangga Korea Selatan di utara ini telah menurun selama sepuluh tahun terakhir.
Di Korea Utara pada tahun 2022, jumlah rata-rata bayi yang diperkirakan akan lahir dari seorang wanita selama hidupnya adalah 1,79, turun dari 1,88 pada tahun 2014.
Penurunan ini masih lebih lambat dibandingkan dengan Korea Selatan, di mana angka kelahirannya adalah 0,78 pada tahun lalu, turun dari 1,20 pada tahun sebelumnya.
Kemudian, pada pertengahan tahun 1990-an, bencana kelaparan menewaskan ratusan ribu orang, menyebabkan tingkat kesuburan di negara tersebut anjlok, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Agustus oleh Hyundai Research Institute yang berbasis di Seoul.
Baca Juga: Tangis Kim Jong Un Pecah, Memohon Para Ibu di Negaranya Untuk Memiliki Anak"Banyak keluarga di Korea Utara juga tidak berniat untuk memiliki lebih dari satu anak sekarang ini karena mereka tahu bahwa mereka akan membutuhkan banyak uang untuk membesarkan anak-anak mereka, menyekolahkan mereka, dan membantu mereka mendapatkan pekerjaan," ujar Ahn Kyung-su, ketua DPRKHealth.org, situs web yang berfokus pada masalah kesehatan di Korea Utara.
Populasi Korea Utara saat ini diperkirakan mencapai 25,7 juta orang, menurut layanan statistik Korea Selatan.
Sementara menurut perkiraan Hyundai Institute, populasi Korea Utara diperkirakan akan menurun mulai tahun 2034 dan mencapai 23,7 juta pada tahun 2070.
Sementara itu, bagaimana dengan Indonesia, berapakah angka kelahiran negara dengan 278,8 juta penduduk ini.
Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah orang yang lahir di Indonesia mencapai 4,62 juta orang pada tahun 2023. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka tersebut menurun sebesar 0,6%, atau sebanyak 4,65 juta.
Tahun 2020 menjadi tahun kelahiran terbanyak dengan 4.69 juta atau sebesar 5,4 persen.
BPS juga memperkirakan bahwa Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran kasar di Indonesia akan mencapai 2,14 pada tahun 2023. Ini berarti bahwa satu perempuan di Indonesia melahirkan dua orang anak selama masa suburnya.
***