Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 23.14 WIB

Perempuan Memiliki Peran Penting dalam Pembangunan di Korea Utara, Kim Jong Un Bercucur Air Mata Sampaikan Pesan Ini

Kim Jong Un menangis saat Pertemuan Ibu Nasional di Pyongyang, Korea Utara. (Fox News) - Image

Kim Jong Un menangis saat Pertemuan Ibu Nasional di Pyongyang, Korea Utara. (Fox News)

JawaPos.com - Pemandangan tidak biasa terlihat dari sosok Kim Jong Un, saat Pertemuan Ibu Nasional di Pyongyang, Korea Utara pada Minggu (3/12).

Pasalnya, Kim Jong Un yang dikenal sebagai Pemimpin diktator Korea Utara, terlihat menangis dalam pertemuan tersebut.

Tangis Kim Jong Un terlihat pecah, tatkala menyerukan agar perempuan ikut andil dalam memperkuat bangsa.

Sambil menahan air mata sepanjang pidato, Kim Jong Un menyerukan pesan bahwa perempaun sangat berperan penting untuk memperkuat bangsa.

Penguatan bangsa yang dimaksud oleh Kim Jong Un adalah menghentikan penurunan angka kelahiran di Korea Utara dan memberikan pengasuhan yang baik kepada anak.

Dilansir dari economictimes pada Kamis (7/12), Kim Jong Un menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting menyiapkan anak-anaknya menjadi pilar pembangunan sosialis-komunis dan sebagai penguasa masyarakat masa depan.

Pesan yang disampaikan orang nomor satu di Korea Utara ini, tidak lepas dari banyaknya keluarga di Korea Utara yang memilih memiliki satu anak saja.

Meskipun Korea Utara merupakan salah satu negara termiskin secara global, tren demografi Korea Utara serupa dengan negara-negara kaya.

Kendati demikian, banyak keluarga di Korea Utara memilih untuk memiliki satu anak saja, karena beban keuangan untuk membesarkan dan mendidik mereka.

Sebagai informasi, di Korea Utara diperkirakan rata-rata jumlah bayi yang dilahirkan oleh perempuan sepanjang hidupnya mencapai 1,79 bayi pada tahun 2022. Angka tersebut menurun dari 1,88 bayi pada tahun 2014.

Permohonan Kim Jong Un yang penuh air mata ini, sangat kontras dengan program pengendalian kelahiran yang diperkenalkan oleh Korea Utara.

Pada tahun 1970an dan 1980an, Korea Utara memiliki program untuk memperlambat pertumbuhan populasi pasca perang.

Menurut laporan Hyundai Research Institute, seperti dilansir dari laman sky news pada Kamis (7/12), pada pertengahan tahun 1990an, masalah kelaparan melanda rakyat Korea Utara. 

Masalah tersebut diperkirakan telah menewaskan ratusan ribu orang. Hal itulah yang menyebabkan tingkat kesuburan di negara tersebut menurun tajam.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore