
Petugas Bencana Alam setempat tengah mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Chennai, India pada Rabu (6/12). (Sumber: REUTERS/Stringer)
JawaPos.com - Setelah polusi udara yang menyelimuti beberapa pekan lalu, India mengalami bencana alam pekan ini.
Tim penyelamat berusaha menjangkau orang-orang yang terdampar di rumah mereka di tengah banjir yang meluas di Chennai, India, pada Rabu (6/12) setelah Topan Michaung melanda pantai selatan, membawa hujan lebat dan angin yang menumbangkan pepohonan dan merusak jalanan daerah tersebut.
Dikutip dari laporan Reuters, diperkirakan 13 orang telah meninggal, yang dipicu oleh hujan lebat sebelum topan tersebut, yang melanda negara bagian Andhra Pradesh pada Selasa (5/12) sore.
Tim penyelamat berusaha mengeluarkan orang-orang yang terjebak di rumah mereka di Chennai, kota berpenduduk lebih dari 6 juta orang.
Media lokal menunjukkan gambar petugas penyelamat mengarungi air setinggi pinggang dan kendaraan yang terendam.
Helikopter angkatan udara juga menyuplai jatah makanan kepada orang-orang yang terdampar di rumah-rumah yang terendam banjir.
"Ada sejumlah daerah dataran rendah,” kata Komisaris Perusahaan Greater Chennai, Dr. J. Radhakrishnan.
"Kami berharap dapat segera menyelesaikannya," imbuhnya.
Foxconn dan Pegatron dari Taiwan telah menghentikan produksi iPhone di fasilitas mereka dekat Chennai karena hujan sejak Senin (4/12).
Namun, laporan dari Reuters menyampaikan Foxconn kembali beroperasi pada Selasa (5/12).
Di Andhra Pradesh, yang terkena dampak paling parah dari topan ini, kerusakan yang terjadi relatif dapat diatasi, dengan jalan-jalan rusak dan pohon-pohon tumbang ketika gelombang besar menghantam pantai.
Banjir yang terjadi di Chennai pekan ini seolah menjadi pengingat banjir yang juga melanda di India delapan tahun lalu yang menewaskan sekitar 290 orang.
Beberapa warga mempertanyakan kemampuan infrastruktur kota dalam menangani cuaca ekstrem.
Ketua Menteri, MK Stalin menulis surat kepada Perdana Menteri, Narendra Modi untuk meminta ganti rugi sebesar 50,6 miliar Rupee atau sekitar Rp 9,4 triliun.
Raj Bhagat P, seorang insinyur sipil dan pakar geo-analisis mengatakan sistem drainase air hujan yang lebih baik di kota tersebut tidak akan mampu mencegah banjir.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
