Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2023 | 16.00 WIB

Menyusul Korea Utara, Korea Selatan Luncurkan Satelit Mata-Mata sebagai Imbas Perjanjian yang Dilanggar

Roket Korea Selatan sedang meluncur dari California / sumber: Kyodo News - Image

Roket Korea Selatan sedang meluncur dari California / sumber: Kyodo News

JawaPos.com – Korea Utara telah mengakhiri perjanjian lima tahun dengan Seoul yang bertujuan untuk meredakan ketegangan militer.

Konflik ini bermula ketika Pyongyang mengumumkan sukses meluncurkan satelit mata-mata ke luar angkasa pada Selasa (21/11).

Dikarenakan Seoul mengutuk keras peluncuran tersebut, pada Rabu (22/11) pagi, pejabat tinggi setuju untuk segera melanjutkan operasi pengawasan di sepanjang perbatasan.

Hal ini memungkinkan Korea Selatan untuk memantau pos-pos terdepan Korea Utara dan senjata artileri jarak jauh.

Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap zona larangan terbang yang ditetapkan berdasarkan Perjanjian Militer Komprehensif pada tahun 2018 tersebut.

Pada Sabtu (2/12), Korea Selatan mengumumkan peluncuran satelit mata-mata pertamanya, setelah Korea Utara berhasil menempatkan satelitnya ke dalam orbit untuk pertama kalinya.

Satelit Korea Selatan tersebut kini berada di orbit setelah diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Pangkalan Luar Angkasa Vandenberg di California pada Jumat (1/12) pagi waktu setempat.

Dikutip dari Kyodo News pada Minggu (3/12), menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, satelit tersebut telah berhasil menjalankan komunikasi dengan stasiun bumi di luar negeri.

Satelit mata-mata ini merupakan yang pertama dari lima satelit yang direncanakan akan diluncurkan oleh Korea Selatan ke orbit hingga akhir 2025 yang menggunakan roket AS.

Sumber militer Korea Selatan memperkirakan bahwa satelit pertama ini akan beroperasi penuh dalam waktu empat hingga enam bulan.

Meskipun peluncuran awalnya dijadwalkan pada Kamis (30/11), peluncuran tersebut mengalami penundaan karena cuaca buruk.

Menanggapi hal itu, Pyongyang berkomitmen untuk sepenuhnya membatalkan perjanjian tersebut serta mengirimkan pasukan dan peralatan militer yang lebih kuat ke perbatasan.

Pemerintah Pyongyang menyatakan bahwa tentaranya tidak lagi terikat oleh Perjanjian Militer Utara-Selatan tanggal 19 September.

Mereka berjanji untuk mencabut semua langkah yang diambil untuk mencegah konflik militer di berbagai sektor, termasuk darat, laut, dan udara.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore