Kilang minyak Saudi Aramco, salah satu organisasi yang terlibat dalam program keberlanjutan minyak / sumber: theguardian.com
JawaPos.com – Arab Saudi mendorong rencana investasi global yang sangat besar untuk menciptakan permintaan minyak dan gas di negara-negara berkembang.
Para kritikus mengatakan bahwa rencana tersebut dirancang untuk membuat negara-negara tersebut ‘ketagihan dengan produk-produknya yang berbahaya.’
Mereka menginginkan permintaan minyak dan gas di negara-negara berkembang dengan menggaet negara dengan keterbatasan sumber daya migas.
Dikutip dari The Guardian pada Kamis (30/11), program ini dikenal sebagai oil demand sustainability programme (ODSP).
Program ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan kendaraan bertenaga bahan bakar fosil seperti mobil, bus, dan pesawat di Afrika dan wilayah lain, sejalan dengan peralihan banyak negara kaya ke energi ramah lingkungan.
ODSP berencana untuk mempercepat pengembangan perjalanan udara supersonik yang menggunakan tiga kali lebih banyak bahan bakar jet daripada pesawat konvensional.
Selain itu, ODSP berkolaborasi dengan produsen mobil untuk memproduksi secara massal kendaraan bermesin pembakaran murah.
Program ini dipantau oleh putra mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, dan melibatkan Dana Investasi Publik, perusahaan minyak terbesar di dunia, Aramco, perusahaan petrokimia Sabic, dan kementerian penting milik pemerintah Saudi.
Baca Juga: Insentif Pemerintah untuk Pertamina Hulu Mahakam Dorong Keberlanjutan Hulu Migas Nasional
Tujuan programnya adalah menjaga dan mengembangkan permintaan hidrokarbon sebagai sumber energi yang kompetitif serta memastikan transisi dalam bauran energi menjadi berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama.
Peningkatan permintaan minyak dan gas di negara-negara berkembang menjadi fokus proyek-proyek yang direncanakan.
Meskipun demikian, tindakan ini mendapat kritik dari sejumlah aktivis iklim.
Mohamed Adow, direktur Power Shift Africa, menyamakan Arab Saudi dengan pengedar narkoba yang berusaha membuat Afrika kecanduan produk berbahayanya.
Ia menilai bahwa tindakan ini bertentangan dengan tren global yang mengarah pada pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan mengecam upaya Arab Saudi yang terkesan putus asa untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan dengan memfokuskan perhatiannya pada Afrika.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
