Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 15.40 WIB

Elon Musk Ditantang oleh Pejabat Senior Hamas Untuk Lihat Situasi di Gaza Usai Nyatakan Dukungan Ke Israel

Miliarder Elon Musk ditantang oleh pejabat senior Hamas untuk mengunjungi Gaza./Jawapos.com - Image

Miliarder Elon Musk ditantang oleh pejabat senior Hamas untuk mengunjungi Gaza./Jawapos.com

Jawapos.com – Seorang pejabat senior Hamas, Osama Hamdan mengundang pemilik Tesla, Elon Musk pada Selasa (28/11) usai sang miliarder tersebut berkunjung dan menyatakan dukungan ke Israel.

Pada Selasa (28/11), pemilik media sosial X itu, melakukan kunjungan ke Israel selama jeda pertempuran yang berlangsung empat hari.

Elon Musk kemudian berdiskusi dengan sang Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu dan disiarkan langsung secara daring di X Spaces.

Saat mendengar penjelasan Benjamin Netanyahu bahwa upaya menghancurkan Hamas diperlukan untuk mencapai perdamaian dengan Palestina, Elon Musk lantas menyatakan kesetujuannya.

"Tak ada pilihan, saya pun ingin membantu, mereka yang berniat membunuh harus dinetralisir," kata Elon Musk, yang juga pemilik Tesla dan SpaceX.

Dilansir dari Reuters, menanggapi keberpihakan pemilik SpaceX tersebut, Osama Hamdan lantas menantangnya untuk langsung melihat situasi di Gaza.

“Kami mengundangnya mengunjungi Gaza untuk melihat sejauh mana pembantaian dan kehancuran yang dilakukan terhadap rakyat Gaza, sesuai dengan standar objektivitas dan kredibilitas,” katanya dalam konferensi pers di Beirut.

Dalam pernyataannya, Osama Hamdan juga meminta masyarakat internasional untuk segera mengirimkan tim pertahanan sipil khusus agar dapat membantu mengevakuasi jenazah yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Menurut Kementerian Luar Negeri Palestina, ribuan orang masih terjebak dalam reruntuhan akibat pemboman militer Israel.

Sebagai informasi, Jumat (25/11) dini hari, gencatan senjata antara Israel dan Palestina resmi berlaku pasca tujuh pekan pertempuran tanpa henti yang menelan ribuan korban jiwa di Jalur Gaza.

Jeda perang yang berakhir pada Selasa (28/11) tersebut akhirnya diperpanjang oleh pihak mediator menjadi dua hari.

Kesepakatan gencatan senjata ini merupakan hasil mediasi dari berbagai pihak, termasuk Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar.

Kesepakatan ini memberi harapan baru untuk mengakhiri penderitaan warga sipil di Gaza akibat perang yang telah berlangsung sejak 7 Oktober lalu.

Perjanjian mencakup pembebasan bertahap para tawanan dan sandera yang ditahan Israel maupun Hamas selama tujuh minggu terakhir serta pengiriman bantuan secara masif.

Jumlah total sandera yang dibebaskan oleh Hamas sejak dimulainya gencatan senjata Jumat lalu kini berjumlah 81 orang, termasuk 60 warga Israel.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore