Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 November 2023 | 06.23 WIB

Hamas Bakal Bebaskan 50 Warga Israel yang Disandera Setelah Tercapai Jeda Kemanusiaan di Gaza Selama Empat Hari

Unjuk rasa menuntut pembebasan warga Israel yang disandera Hamas. - Image

Unjuk rasa menuntut pembebasan warga Israel yang disandera Hamas.

JawaPos.com - Israel dan Hamas telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata sebagai jeda kemanusiaan di jalur Gaza setidaknya selama empat hari. Kesepakatan ini tercapai pada Rabu (22/11). Hal tersebut bertujuan untuk membiarkan bantuan masuk dan membebaskan sedikitnya 50 sandera warga Israel yang telah ditangkap oleh Hamas dan pertukaran setidaknya 150 warga Palestina yang dipenjara di Israel.

Gencatan senjata ini menjadi angin segar dalam perang brutal yang telah berlangsung selama hampir tujuh minggu. Hal ini berhasil dicapai setelah adanya mediasi dari Qatar. Kesepakatan ini menjadi tanda kemajuan yang dapat meringankan penderitaan warga Gaza serta membawa pulang lebih banyak warga Israel yang disandera Hamas.

Israel mengatakan gencatan senjata dapat diperpanjang asalkan lebih banyak sandera yang dibebaskan oleh Hamas. Hamas dan kelompok sekutunya telah menyandera sekitar 240 orang dan sejauh ini hanya membebaskan empat sandera.

Kesepakatan ini diperkirakan baru akan dimulai pada Kamis (23/11) pagi. Dikutip dari Reuters, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa 50 perempuan dan anak-anak akan dibebaskan. Setidaknya Hamas akan membebaskan sekitar 10 orang per hari hingga empat hari ke depan.

Selain itu, gencatan senjata dapat diperpanjang asalkan sepuluh sandera tambahan dibebaskan setiap hari. Dalam pernyataan tersebut, mereka tidak menyebutkan pembebasan tahanan Palestina. Namun, Kementerian Kehakiman Israel menerbitkan daftar 300 nama tahanan Palestina yang dapat dibebaskan.

Sedangkan dari pihak Hamas mengatakan bahwa 50 sandera awal akan dibebaskan dan ditukar dengan 150 perempuan dan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara Israel.

Serta ratusan truk berisi bantuan kemanusiaan, medis, dan bahan bakar akan memasuki Gaza, Israel akan menghentikan semua serangan udara di Gaza selatan untuk sementara, serta akan membuat larangan terbang selama enam jam setiap hari di utara.

Israel telah mengepung Gaza dan melakukan pemboman tanpa henti sejak serangan Hamas yang menewaskan 1.200 orang, dengan sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan Israel. Serangan balasan Israel membuat lebih dari 14.000 warga Gaza terbunuh, dan sekitar 40 persen di antaranya merupakan anak-anak.

Kementerian Luar Negeri Qatar berharap kesepakatan tersebut akan menjadi benih bagi kesepakatan yang lebih besar dan menghasilkan gencatan senjata permanen.

Pihak keamanan Mesir mengatakan bahwa para mediator meminta waktu dimulainya gencatan senjata pada Kamis (23/11) pukul 10:00 pagi. Namun, pihak Israel masih belum mengonfirmasi dan hanya mengatakan kemungkinannya akan berlangsung pada Kamis (23/11). Pihak Hamas juga sedang mencari waktu untuk membebaskan sandera.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore