
Sebuah tangkapan layar video unggahan Israel yang mengklaim menemukan terowongan rahasia di bawah RS Al-Shifa.
JawaPos.com - Pengepungan yang dilakukan oleh militer Israel (IDF) terhadap fasilitas medis di Gaza, Rumah Sakit Al-Shifa mencapai puncaknya pada Rabu (15/11) lalu. Tank-tank serta tentara Israel telah berhasil memasuki wilayah RS tersebut melalui gerbang timur. IDF juga berhasil menggeledah ruangan bawah tanah yang berada di RS.
Pengepungan ini dilakukan karena Israel menuduh RS Al-Shifa sebagai markas militer pejuang Hamas. Pada Minggu (19/11), IDF mengunggah sebuah video yang menunjukkan sebuah terowongan rahasia di bawah fasilitas medis tersebut.
Mereka mengklaim terowongan tersebut adalah markas militer milik Hamas. Terowongan tersebut memiliki panjang 55 meter dengan kedalaman 10 meter. Video yang diunggah juga menggambarkan sebuah lorong sempit dengan atap beton melengkung dan berakhir di sebuah pintu yang diklaim sebagai antiledakan.
Para tentara juga memperlihatkan bagaimana tempat tersebut dapat diakses dari sebuah lubang di dalam dan luar wilayah RS Al-Shifa.
Menanggapi unggahan video tersebut, Mounir El Barsh, Direktur Kementerian Kesehatan Gaza, menolak pernyataan Israel tentang terowongan itu dan menyebutnya sebagai kebohongan murni. “Mereka sudah berada di rumah sakit selama delapan hari, namun mereka belum menemukan apa pun,” katanya.
Sementara itu, pihak Hamas juga membantah adanya terowongan di bawah infrastruktur sipil seperti Al-Shifa. Hingga saat ini, Rumah sakit tersebut dipenuhi dengan pasien terluka, bayi baru lahir serta para pengungsi yang menjadikan Al-Shifa sebagai tempat perlindungan satu-satunya.
Sebagai informasi, IDF telah memblokade Gaza dan menolak gencatan senjata, dengan alasan bahwa Hamas hanya akan menggunakannya untuk berkumpul kembali. Akan tetapi, mereka telah mengizinkan jeda kemanusiaan untuk memungkinkan makanan dan pasokan lainnya mengalir masuk dan orang asing dapat melarikan diri.
Hingga saat ini, Israel telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, jumlah korban tewas di Palestina telah mencapai 10.818 orang, bertambah lebih dari 300 orang dalam sehari.
Sementara di Tepi Barat, 175 warga tewas oleh serangan tentara IDF yang membabi buta. Jumlah korban tersebut mencakup lebih dari 4.412 anak-anak. 2.641 wanita dan 611 orang lanjut usia. Pihak kementerian juga melaporkan lebih 25.000 orang lainnya terluka akibat perang di Gaza.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
