Keadaaan para bayi di RS Al-Shifa yang terancam. (Reuters)
JawaPos.com - Pengepungan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina sejak (7/10) lalu telah membuat beberapa fasilitas medis tidak beroperasi.
RS Al-Shifa yang merupakan satu-satunya fasilitas medis utama di Gaza, kini telah kehabisan bahan bakar untuk sekedar menyalakan inkubator.
Alhasil nyawa 33 bayi di RS Al-Shifa terancam. Sebelumnya, fasilitas medis tersebut menampung 36 bayi, akan tetapi tiga diantaranya meninggal karena tiadanya inkubator.
Baca Juga: AS Dukung Klaim Israel Soal Markas Hamas di Rumah Sakit Gaza, Joe Biden: Kami akan Datang
Para bayi yang berbobot kurang lebih 700 – 800 gram ini berbaring berdampingan di tempat biasa tanpa adanya inkubator.
Staf medis mengatakan, keadaan para bayi ini mengerikan karena mereka mudah terkena infeksi dan tanpa adanya penyesuaian terhadap tingkat kelembaban dan suhu.
“Untungnya mereka masih berusia 36 hari, kami tidak kehilangan satu pun dari mereka dalam semalam,” kata Dr Ahmed El Mokhatallali, seorang ahli bedah kepada Reuters melalui telepon dari Al Shifa.
"Tetapi tetap saja risikonya sangat tinggi, kita masih mempunyai risiko kehilangannya,” tambahnya.
Sebelumnya, pada (14/11), Militer Israel menawarkan pemindahan inkubator ke jalur Gaza sebagai langkah untuk memungkinkan evakuasi bayi-bayi tersebut.
“Upaya ekstensif sedang dilakukan untuk memastikan bahwa inkubator yang berada di belakang saya ini dapat menjangkau bayi-bayi di Gaza tanpa penundaan,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Israel untuk urusan Palestina.
Seorang pejabat Israel yang terlibat dalam upaya tersebut, yang berbicara kepada Reuters tanpa menyebut nama, mengatakan tiga inkubator yang tersedia telah disediakan oleh rumah sakit Israel.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
