
Warga Palestina yang berlindung di sekolah UNRWA berjuang menghadapi hujan lebat, angin kencang, dan banjir saat serangan Israel berlanjut pada hari ke-39 di Rafah, Gaza, Selasa (14/11).
JawaPos.Com— Hujan deras di Gaza pada Selasa (14/11), membawa kekhawatiran dan permasalahan baru bagi warga Palestina, banyak dari mereka yang kehilangan rumah dan tinggal di tenda-tenda darurat setelah berminggu-minggu dibombardir Israel.
Awal musim hujan dan kemungkinan terjadinya banjir membuat kekhawatiran warga palestina semakin meningkat.
Hal itu dikarenakan sistem pembuangan limbah di daerah wilayah padat penduduk tersebut akan kewalahan menampung sampah dan penyakit akan menyebar.
Baca Juga: AS Dukung Klaim Israel Soal Markas Hamas di Rumah Sakit Gaza, Joe Biden: Kami akan Datang
Dilansir melalui Reuters, Rabu (15/11), Di tempat pengungsian PBB di Khan Younis, Gaza selatan, hujan menyebabkan para pengungsi menjadi frustasi karena mendapati pakaian yang mereka keringkan sejak malam hari telah basah kuyup oleh hujan.
“Kami berada di sebuah rumah yang terbuat dari beton dan sekarang kami berada di dalam tenda,” kata Fayeza Srour, seseorang yang mengungsi akibat serangan Israel di wilayah Gaza.
"Terpal nilon, tenda, dan kayu tidak akan tahan terhadap banjir. Orang yang tidur di lantai, apa yang akan mereka lakukan? Ke mana mereka akan pergi?" tambahnya.
Musim dingin bisa membuat keadaan menjadi basah dan dingin di Gaza, serta daerah tersebut terkadang dilanda banjir.
Pengungsi Gaza lainnya, Karim Mreish, mengatakan orang-orang di tempat penampungan berdoa agar hujan berhenti.
“Anak-anak, perempuan, dan orang tua berdoa kepada Tuhan agar hujan tidak turun,” kata Mreish.
“Jika hal ini terjadi maka akan sangat sulit dan kata-kata tidak akan dapat menggambarkan penderitaan kami,” Imbuhnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pekan lalu bahwa Gaza menghadapi peningkatan risiko penyebaran penyakit karena pemboman udara Israel telah mengganggu sistem kesehatan, membatasi akses terhadap air bersih dan menyebabkan orang berkerumun di tempat penampungan.
Mereka menyuarakan keprihatinan mengenai kemungkinan hujan yang menyebabkan banjir dan fasilitas pembuangan limbah yang terbatas dan rusak.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
