
Anak-anak ikut aksi solidaritas dan perdamaian untuk Palestina di Ramallah.
JawaPos.com - Israel terus membombardir Gaza tanpa henti selama lima minggu.
Menengok angka korban jiwa di Gaza semakin menyesakkan dada yang menyentuh angka 11.078 orang.
Itu bertambah pedih dengan 4,506 di antaranya adalah anak-anak. atau kurang lebih hampir seribu anak-anak meninggal
Laporan orang hilang akibat reruntuhan mencapai 2.650 orang, dimana 1.400 jiwa merupakan anak-anak dilansir dari Al Jazeera.
Namun selain parade pengeboman yang menjadi kampanye genosida Israel yang telah merenggut puluhan ribu korban jiwa.
Sementara ditambahkan dari Mondoweiss, anak-anak yang masih hidup dan masyarakaat lainnya dihadapi realita pahit dengan kekurangan air bersih dan di bawah ancaman kelaparan dan dehidrasi.
Kementerian Kesehatan Palestina dengan nada pilu mengatakan, "Tidak ada temat di Gaza yang aman."
Sedangkan menurut kantor media Pemerintah Gaza sendiri, dalam tiga hari terakhir, Israel menghujani area sekitar delapan rumah sakit dengan bom.
Baca Juga: LIstrik Mati, Rumah Sakit Indonesia di Gaza Terancam Berhenti Beroperasi
PRCS sebagai organisasi medis di Palestina menyoroti pengeboman Israel di sekitar rumah sakit.
Pengeboman ini membuat tim medis kesulitan menjangkau korban luka-luka akibat pengeboman Israel.
Selain itu melalui sang juru bicara PRCS, Nebal Farsakh mengatakan, "Rumah sakit telah mengalami kekurangan bahan bakar akut dan diperkirakan akan kehabisan bahan bakar hari ini."
“Kami memiliki sekitar 500 pasien di dalam rumah sakit. Kami memiliki 15 pasien di ICU. Mereka terluka dan menggunakan alat bantu pernapasan. Kami memiliki bayi baru lahir di inkubator. Kami memiliki 14.000 pengungsi, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak,”
“Pasien mengalami rasa sakit yang luar biasa dan tidak perlu karena obat-obatan dan anestesi hampir habis. Selain itu, puluhan ribu pengungsi mencari perlindungan di tempat parkir dan halaman rumah sakit,” tambah Farsakh.
Baca Juga: Israel Serang dan Kepung Rumah Sakit di Gaza, Iran Peringatkan Potensi Meluasnya Konflik Tak Terhindarkan
Mengamini itu semua, PBB menyatakan, “Tanpa bahan bakar, rumah sakit dan fasilitas penting lainnya seperti pabrik desalinasi dan toko roti tidak dapat beroperasi, dan akibatnya akan lebih banyak orang yang meninggal,”
Alexandra Saieh dari Save The Children menyoroti kondisi anak-anak yang berhasil selamat dari pengeboman di gaza yang terancam kelaparan dan penyakit
Saieh mengatakan, "Anak-anak yang tidak terbunuh oleh bom mungkin akan meninggal karena kelaparan, penyakit, dan dehidrasi.
"Situasinya sangat buruk. Warga sipil, khususnya anak-anak, terus menanggung akibat paling besar atas kekerasan yang terus terjadi. Jika kita tidak melakukan gencatan senjata, jumlahnya akan terus bertambah buruk," Tambahnya.
Gaza menjadi tempat paling mengerikan di planet ini. Dengan Israel menjadi orkestra dari kekejaman terburuk abad modern.
Israel mengubah Gaza menjadi penjara terbesar dan kuburan terbesar bagi anak-anak.
***

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
