Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2023 | 15.34 WIB

Nestapa Anak-anak di Gaza, Dihujani Bom, Diintai Kelaparan, Dehidrasi, hingga Ancaman Penyakit

Anak-anak ikut aksi solidaritas dan perdamaian untuk Palestina di Ramallah. - Image

Anak-anak ikut aksi solidaritas dan perdamaian untuk Palestina di Ramallah.

JawaPos.com - Israel terus membombardir Gaza tanpa henti selama lima minggu.

Menengok angka korban jiwa di Gaza semakin menyesakkan dada yang menyentuh angka 11.078 orang.

Itu bertambah pedih dengan 4,506 di antaranya adalah anak-anak. atau kurang lebih hampir seribu anak-anak meninggal

Laporan orang hilang akibat reruntuhan mencapai 2.650 orang, dimana 1.400 jiwa merupakan anak-anak dilansir dari Al Jazeera. 

Namun selain parade  pengeboman yang menjadi kampanye genosida Israel yang telah merenggut puluhan ribu korban jiwa. 

Sementara ditambahkan dari Mondoweiss, anak-anak yang masih hidup dan masyarakaat lainnya dihadapi realita pahit dengan kekurangan air bersih dan di bawah ancaman kelaparan dan dehidrasi. 

Kementerian Kesehatan Palestina dengan nada pilu mengatakan, "Tidak ada temat di Gaza yang aman." 

Sedangkan menurut kantor media Pemerintah Gaza sendiri, dalam tiga hari terakhir, Israel menghujani area sekitar delapan rumah sakit dengan bom.

Baca Juga: LIstrik Mati, Rumah Sakit Indonesia di Gaza Terancam Berhenti Beroperasi

PRCS sebagai organisasi medis di Palestina menyoroti pengeboman Israel di sekitar rumah sakit. 

Pengeboman ini membuat tim medis kesulitan menjangkau korban luka-luka akibat pengeboman Israel. 

Selain itu melalui sang juru bicara PRCS, Nebal Farsakh mengatakan, "Rumah sakit telah mengalami kekurangan bahan bakar akut dan diperkirakan akan kehabisan bahan bakar hari ini." 

“Kami memiliki sekitar 500 pasien di dalam rumah sakit. Kami memiliki 15 pasien di ICU. Mereka terluka dan menggunakan alat bantu pernapasan. Kami memiliki bayi baru lahir di inkubator. Kami memiliki 14.000 pengungsi, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak,” 

“Pasien mengalami rasa sakit yang luar biasa dan tidak perlu karena obat-obatan dan anestesi hampir habis. Selain itu, puluhan ribu pengungsi mencari perlindungan di tempat parkir dan halaman rumah sakit,” tambah Farsakh.

Baca Juga: Israel Serang dan Kepung Rumah Sakit di Gaza, Iran Peringatkan Potensi Meluasnya Konflik Tak Terhindarkan

Mengamini itu semua, PBB menyatakan, “Tanpa bahan bakar, rumah sakit dan fasilitas penting lainnya seperti pabrik desalinasi dan toko roti tidak dapat beroperasi, dan akibatnya akan lebih banyak orang yang meninggal,”

Alexandra Saieh dari Save The Children menyoroti kondisi anak-anak yang berhasil selamat dari pengeboman di gaza yang terancam kelaparan dan penyakit

Saieh mengatakan, "Anak-anak yang tidak terbunuh oleh bom mungkin akan meninggal karena kelaparan, penyakit, dan dehidrasi

"Situasinya sangat buruk. Warga sipil, khususnya anak-anak, terus menanggung akibat paling besar atas kekerasan yang terus terjadi. Jika kita tidak melakukan gencatan senjata, jumlahnya akan terus bertambah buruk," Tambahnya. 

Gaza menjadi tempat paling mengerikan di planet ini. Dengan Israel menjadi orkestra dari kekejaman terburuk abad modern.

Israel mengubah Gaza menjadi penjara terbesar dan kuburan terbesar bagi anak-anak. 

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore