Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2023 | 01.09 WIB

Penduduk Gaza Terjangkit Wabah Menular di Tengah Serangan Israel, Berikut Penjelasan WHO

Kondisi gedung di Gaza akibat serangan Israel. Akibat serangan itu krisis air hingga sanitasi terjadi di wilayah itu. (Reuters)

JawaPos.com- Wabah diare dan cacar air melonjak di tengah perang Israel-Palestina. Menurut WHO yang dilansir dari laman Al Jazeera bahwa penyakit menular itu terjadi di wilayah yang terkepung.

Lonjakan wabah tersebut akibat dari serangan Israel yang mengakibatkan krisis air dan sanitasi di Gaza. Infrastruktur yang rusak turut menjadi salah satu faktor pencemaran air dan polusi yang menyebar di saluran air.

Selain itu, ratusan ribu orang di Gaza juga harus berada di tempat penampungan yang sempit, sehingga berpotensi mempercepat penyebaran penyakit. 

“Diantara rendahnya tingkat akses terhadap air dan sanitasi, kepadatan penduduk yang ekstrim dan sebagian besar penduduk yang mengungsi ke tiga provinsi di wilayah selatan. Kondisi seperti itu dapat mengakibatkan penyebaran yang makin masif”, kata Michael Talhami, penasihat perairan dan habitat regional untuk Komite Palang Merah Internasional.

Menurut WHO berikut penyakit menular utama yang merajalela di Gaza sejak pertengahan Oktober

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Sebanyak 54.866 kasus telah tercatat sejauh ini. Hal ini terutama mempengaruhi pernapasan dengan gejala seperti pilek, batuk, dan sakit tenggorokan. Penyakit pernapasan sudah menjadi penyebab kematian keenam paling umum di Jalur Gaza sebelum pecahnya perang bulan lalu.

2. Diare

Lebih dari 33.551 kasus diare telah dilaporkan dan setidaknya setengahnya terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun, menurut WHO. Sebagai perbandingan, pada tahun 2021 dan 2022 terdapat rata-rata 2.000 kasus per bulan pada anak balita. Minum air yang terkontaminasi adalah salah satu penyebab utama diare.

3. Ruam kulit

Sebanyak 12.635 kasus telah terjadi. Bakteri dan virus dapat membuat bagian kulit menjadi merah, meradang, dan gatal. Ruam kulit dan kudis adalah beberapa tanda pertama kurangnya pasokan air untuk kebersihan yang baik, menurut Talhami.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore