Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 22.48 WIB

Diklaim Jadi Markas Hamas, Militer Israel Mulai Dekati Rumah Sakit Utama Gaza

Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza telah dikepung oleh militer Israel./Mohammed Al Masri/Reuters - Image

Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza telah dikepung oleh militer Israel./Mohammed Al Masri/Reuters

Jawapos.com – Pasukan militer Israel (IDF) pada Kamis, 9/11 telah mendekati rumah sakit utama di Gaza yakni RS Al-Shifa.

Hal ini terlihat ketika warga Palestina melihat tank Israel telah berada 1,2 km dari fasilitas medis terbesar tersebut.

Seperti yang diketahui sebelumnya, saat ini setidaknya hanya tinggal dua rumah sakit utama yang merawat para korban terluka akibat serangan Israel. Tempat medis tersebut yakni RS Al-Shifa dan Rs Indonesia.

Pasukan Benjamin Netanyahu itu mengklaim, Hamas menjadikan markas operasi di bawah fasilitas medis.

Dilansir dari Reuters, Negara zionis tersebut mengatakan, prioritas utamanya adalah membongkar komando Hamas.

“Insinyur tempur menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan terowongan di jaringan bawah tanah kelompok Islam yang luas,”ujar militer Israel.

Sementara itu Direktur RS Al-Shifa membantah bahwa Hamas menyembunyikan infrastruktur militer di dalam atau di bawah wilayah rumah sakit.

Ia juga mengatakan, pihak Gaza akan menyambut baik inspeksi internasional terhadap fasilitas medis tersebut.

Pendekatan pasukan IDF ke Rumah Sakit Al-Shifa dinilai banyak pihak bahwa Israel tidak bisa menafsirkan hukum Internasional tentang perlindungan fasilitas medis.

Terlebih serangan terhadap kamp pengungsi, konvoi medis dan dekat rumah sakit telah memicu perdebatan barat bahwa negara Zionis ini tidak mematuhi hukum internasional.

“Kami tahu bahwa rumah sakit adalah bangunan yang dilindungi berdasarkan hukum kemanusiaan internasional,” kata juru bicara hak asasi manusia PBB, Liz Throssell.

Sebagai informasi, pekan lalu, pasukan IDF telah menargetkan ambulans di luar pintu rumah sakit dengan klaim kendaraan tersebut membawa pejuang Hamas.

Alhasil serangan tersebut telah menewaskan setidaknya 15 orang.

Hingga saat ini, Israel telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, jumlah korban tewas di Palestina telah mencapai 10.328 orang, bertambah lebih dari 300 orang dalam sehari.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore