Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 14.45 WIB

Yakhchal, Kulkas Paling Kuno dari Persia, Sudah Ada sejak Tahun 400 SM, Intip Keunikan dan Cara Kerjanya

Yakhchal merupakan kulkas terkuno dari Persia. - Image

Yakhchal merupakan kulkas terkuno dari Persia.

JawaPos.com – Yakhchal merupakan ruangan pendingin yang dibangun seagai alat untuk mendinginkan dan mengawetkan makanan. Sebelum ditemukan teknologi yang bernama kulkas, pada tahun 400 SM di Persia, ajaibnya sudah ada sebuah kulkas kuno. Benda tersebut berbentuk piramida dan memiliki suhu yang rendah sehingga penggunaannya sama persis dengan kulkas zaman sekarang.

Yakhchal adalah bentuk dari teknologi kuno yang bermanfaat sehingga dapat diaplikasikan dan digunakan untuk banyak orang. Dilansir dari Earth Architecture, Yakhchal memiliki bentuk piramida dan memiliki dinding dengan ketebalan yang mencapai dua meter. Dinding yang tebal itu terbuat dari lumpur atau tanah dengan menggunakan perekat khusus yang disebut sarooj.

Sarooj yang digunakan untuk membangun Yakhchal terdiri dari pasir, tanah liat, putih telur, kapur, bulu kambing dan abu yang berfungsi sebagai isolator atau peredam panas. Yakhchal pertama kali dibangun oleh para insinyur Persia untuk menyimpan makanan pada musim panas di gurun.

Di atas tanah, terdapat kubah berbentuk piramida yang menjulang tinggi sekitar 60 kaki atau kurang lebih 18 meter tingginya. Kemudian di bawah tanah terdapat ruangan sebesar 5.000 m3 dengan luas dan kedalaman yang sangat dalam.

Ruangan tersebut mempunyai akses ke qanat, yaitu lorong atau tempat penangkap angin yang berfungsi sebagai penurun suhu ruangan agar tetap dingin. Proses pendinginan yang terjadi di yakhchal ini awalnya dengan cara membawa es dari pegunungan terdekat ketika musim dingin ke dalam yakhchal.

Kemudian, es yang mencair tersebut dialirkan dan dibawa keluar dari yakhchal melewati sebuah parit menuju kembali ke pegunungan. Air yang mengalir di dalam parit, akan kemudian membeku kembali pada saat malam hari yang dingin. dan kemudian kembali mencair dan seterusnya. Air yang terus menerus mengalir dari barat ke timur melewati yakhchal inilah yang membuat suhu di dalam yakhchal menjadi tetap dingin.

Suhu yang ada di dalam yakhchal rendah karena adanya peredaman panas dan air yang terus menerus mengalir dan dapat berubah benjadi titik titik es beku di dalamnya.

Dalam artikel yang dikutip dari history of refrigerator juga menyebutkan hal yang sama, tentang Insulasi atau peredaman panas serta air es yang terus menerus berputar sehingga membuat ruangan itu tetap dingin dan beku bahkan pada saat musim panas. Es yang ada di dalam yakhchal ini yang akhirnya berfungsi untuk membuat bahan makanan pada jaman dahulu bisa awet dan tidak mudah basi.

Pada Zaman itu, yakhchal dapat digunakan bersama-sama oleh warga dalam penyimpanan makanan, yang artinya bukan digunakan perseorangan. Beberapa yakhchal dibuat sangat baik dan kokoh. Ada yang sampai sekarang masih berdiri dan tidak hancur.

Contohnya seperti yakhchal yang terdapat di Provinsi Kerman, Iran. Walaupun sekarang sudah banyak yang menggunakan kulkas dan AC di rumahnya, peninggalan sejarah ini masih utuh bangunannya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore