
Photo
JawaPos.com – Penduduk Korea Selatan (Korsel) terus menentang kebijakan Jepang. Mereka tetap menolak mentah-mentah rencana Jepang untuk membuang air limbah yang terkontaminasi dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi ke laut. Hampir setiap hari ada kelompok yang menggelar aksi menentang keputusan tersebut.
Para aktivis praktis berkemah di depan kedutaan Jepang dengan membawa banner penolakan. Lusinan kelompok silih berganti menuntut Tokyo mencabut keputusannya. Mereka juga mengirimkan petisi ke berbagai pihak. Akhir bulan lalu beberapa pelajar memprotes dengan mencukur kepala mereka.
”Ketika air limbah yang terkontaminasi di Fukushima itu dilepas (ke laut), orang akan menghindari makanan laut dan nelayan bakal kehilangan pekerjaan,” terang Lee Dong-ho, salah seorang nelayan di Korsel, seperti dikutip Al Jazeera.
Beberapa pakar memperkirakan setidaknya butuh waktu setahun bagi air limbah itu mencapai area penangkapan ikan di Korsel. Namun, banyak pula yang berpendapat bahwa itu bisa terjadi dalam waktu 200 hari saja. Hal tersebut tentu menakutkan bagi industri perikanan Korsel. Penghasilan mereka mencapai USD 9 miliar (Rp 129,9 triliun) per tahun.
Korsel dulu dikritik karena menangkap ikan berlebihan. Tapi, kini industri perikanan mereka sudah bertransformasi dengan memperbanyak budi daya ikan laut. Separo produksi domestik ikan Korsel adalah hasil budi daya. Pulau Geoje, Pulau Jeju, Busan, dan Gyeongsang menjadi pusatnya. Gubernur dan wali kota area terdampak mendesak pemerintah Korsel bertindak tegas terhadap keputusan Jepang.
”Lautan adalah sumber daya penting untuk pariwisata dan juga ekosistem wilayah Geoje yang menjamin kehidupan nelayan Korsel,” tegas Wali Kota Geoje Byun Kwang-yong.
Pemerintah Korsel sempat menyatakan akan membawa masalah itu ke Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut. Namun, hingga kini belum ada kelanjutannya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
