Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 18.43 WIB

Mengungkap Alasan di Balik Kesetiaan AS Terhadap Israel di Tengah Terjadinya Konflik di Gaza

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden AS, Joe Biden di Yerusalem pada tahun 2010.

JawaPos.Com— Konflik berkelanjutan yang terjadi di Gaza telah menyorot kembali aliansi kuat antara Amerika Serikat dan Israel.

Meskipun situasi di Gaza semakin kompleks dan sulit, AS tetap teguh dalam dukungannya terhadap Israel.

Hal ini menjadi pertanyaan mengapa AS begitu setia mendukung Israel di tengah konflik sedang terjadi.

Dilansir melalui laman vox.com, Senin (6/11), Pada tahun 1962, Mantan Presiden AS, John F. Kennedy, menekankan hal ini dengan menyebutnya sebagai “hubungan khusus,” yang didasarkan pada komitmen bersama terhadap hak Israel untuk hidup dalam damai dan hubungan tersebut baru berkembang saat perang tahun 1967 berakhir.

Perang tersebut menyebabkan Israel berhasil mengalahkan koalisi negara-negara Arab dan menduduki wilayah yang lebih luas, termasuk merebut kendali atas Jalur Gaza dan Tepi Barat, yang sebelumnya dikuasai oleh Yordania dan Mesir.

Ketika AS khawatir pengaruh Uni Soviet di wilayah tersebut, Israel menuntaskannya.

Kemudian Israel menjadikan dirinya sebagai sekutu pada saat AS sedang perang dengan Vietnam dan tidak memiliki kesempatan untuk terlibat secara militer di Timur Tengah.

“Yang penting dari Perang tahun 1967 adalah Israel mengalahkan negara-negara Arab dalam waktu enam hari tanpa bantuan militer Amerika sama sekali,” kata Joel Beinin, selaku profesor sejarah Timur Tengah di Universitas Stanford.

“Apa yang dikatakan AS adalah 'Orang-orang ini bagus, Kami berada dalam kekacauan di Vietnam. Mari kita terhubung dengan mereka.’ Dan segala sesuatunya berkembang secara bertahap seiring berjalannya waktu.” Pungkas Joel.

Dalam beberapa hari terakhir, para pejabat AS telah menegaskan kembali dukungan mereka yang teguh terhadap Israel secara diplomatis, finansial, dan militer Ketika konflik terjadi.

Joe Biden, Presiden AS, yang sebelumnya mengkritik pemerintahan sayap kanan Netanyahu, dengan tegas menyampaikan pidatonya di Gedung Putih.

“Kami mendukung Israel dan kami akan memastikan Israel memiliki apa yang dibutuhkannya untuk menjaga warganya, membela diri dan tanggapi serangan ini.” Ujar Biden, dikutip melalui vox.com, Senin (6/11).

Ketika bersama Netanyahu, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, berkata bahwa AS akan membantu Israel untuk membela diri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore