Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 13.40 WIB

Tekanan Untuk Israel Terhadap Warga Sipil Meningkat Usai Menlu AS Tolak Gencatan Senjata

Asap mengepul setelah serangan Israel di Kota Gaza, pada hari Senin (6/11). (Mohammed Al-Masri/REUTERS) - Image

Asap mengepul setelah serangan Israel di Kota Gaza, pada hari Senin (6/11). (Mohammed Al-Masri/REUTERS)

JawaPos.com - Dilansir dari laman Reuters, Para Pemimpin PBB menuntut untuk melakukan gencatan senjata kemanusiaan pada Senin (6/11), ketika serangan Israel meningkat.

Dilaporkan, puluhan warga sipil tewas dalam serangan semalam yang dilancarkan oleh pasukan zionis itu.

Israel menyatakan bahwa pihaknya telah menyerang sedikitnya 450 sasaran, yang menarget Hamas di Gaza dan menduduki kompleks militan dalam 24 jam terakhir.

Israel menolak tekanan Internasional yang semakin besar untuk melakukan gencatan senjata, dan mengatakan bahwa para sandera yang menjadi tawanan kelompok militan Hamas, harus dibebaskan terlebih dahulu.

"Seluruh penduduk terkepung dan diserang, tidak diberi akses terhadap kebutuhan pokok untuk bertahan hidup. Rumah, tempat pengungsian, rumah sakit, dan tempat ibadah mereka semua dibom. Ini tidak dapat diterima," ucap para Pemimpin PBB dalam pernyataan bersama, dilansir oleh JawaPos.com dari Reuters pada Senin (6/11).

"Kita memerlukan gencatan senjata kemanusiaan segera. Sudah cukup 30 hari berlalu, cukup sudah. Ini harus dihentikan sekarang," pungkasnya.

ke-18 negara setuju dan melakukan penandatanganan, termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, Pemimpin WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan Kepala Bantuan PBB, Martin Griffiths.

Dilansir oleh JawaPos.com, seorang jurnalis Reuters yang berada di Jalur Gaza menggambarkan peristiwa pemboman oleh Israel yang terjadi semalam adalah salah satu yang paling intens, sejak serangan balasannya atas serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023.

Tidak hanya dari udara, kini Israel juga melancarkan serangannya melalui laut dan darat.

Sehingga, puluhan warga sipil tewas akibat meningkatnya serangan pasukan zionis itu, yang kini jangkauannya lebih jauh ke selatan, seperti Zawaida dan Deir Al-Balah.

TV Al-Aqsa, yang berafiliasi dengan Hamas, mengutip beberapa sumber-sumber medis yang melaporkan, sedikitnya 75 warga Palestina tewas dan 106 lainnya mengalami luka, dilansir dari laman Reuters pada Senin (6/11).

Selain itu, Pejabat Kesehatan Palestina melaporkan, 8 orang tewas dalam serangan udara yang terjadi semalam di Rumah Sakit Kanker Rantissi, Kota Gaza.

Kini, berdasarkan laporan Kementeran Kesehatan di Gaza, jumlah korban tewas sudah mencapai lebih dari 9.770 orang, dan hampir 4.000 di antaranya adalah anak-anak.

Dilansir dari Reuters, pihak Israel mengaku bahwa mereka menghadapi tekanan yang meningkat untuk hindari korban sipil, setelah menolak lakukan gencatan senjata sampai para sandera dibebaskan, serta serangan diplomatik Amerika Serikat (AS), diklaim mereka untuk mengurangi risiko meningkatnya konflik.

Pada hari Senin (6/11), Menlu AS, Antony Blinken, dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki di Ankara, setelah beberapa jam yang lalu ratusan massa pembela Palestina mencoba serbu pangkalan udara yang menampung pasukan tentara AS di Turki Selatan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore