
Anggota Bulan Sabit Merah Palestina sedang membagikan bantuan kepada para warga di Deir al-Balah, pusat jalur Gaza pada Sabtu (25/10).
JawaPos.com–Distribusi makanan dan pasokan medis tersendat di Gaza karena kekurangan bahan bakar, penjarahan toko, terhambatnya jalanan karena puing-puing akibat penembakan Israel, dan kepadatan yang berlebihan akibat pengungsian warga sipil.
Meskipun terjadi peningkatan pasokan, jumlah truk bantuan yang memasuki Gaza masih sangat kecil, rata-rata 14 truk setiap hari. Padahal setiap hari ada 400 truk yang dikirim untuk populasi 2,3 juta jiwa yang kini sangat membutuhkan kebutuhan pokok seperti roti, kata para pejabat setempat.
”Tingkat bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke Gaza hingga saat ini sama sekali tidak memadai dan tidak sepadan dengan kebutuhan masyarakat di Gaza, sehingga memperburuk kondisi mereka di sana,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa (31/10).
Badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA) mengatakan pengambilan kebutuhan pangan oleh warga Gaza yang kelaparan pada Minggu (29/10) di salah satu dari dua gudang telah mempersulit pekerjaan mereka. Gudang kedua di dekat perbatasan Rafah dengan Mesir juga menjadi lebih sulit dioperasikan karena 8.000 pengungsi berlindung di gudang tersebut.
Badan tersebut juga mencatat 67 pekerja terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober, jumlah tertinggi staf PBB yang terbunuh dalam konflik apa pun dalam rentang waktu yang singkat.
Juru bicara UNRWA Juliette Touma mengatakan, prioritas badan tersebut adalah memberikan bantuan kepada setidaknya 670.000 pengungsi di 150 tempat penampungan. Prioritas lainnya adalah menyediakan tepung terigu untuk toko roti.
”Ini jauh melampaui kapasitas kami untuk melakukan lebih dari itu,” tambah Juliette Touma.
Jumlah pengungsi empat kali lebih banyak dari yang direncanakan UNRWA sebelum perang sebagai skenario terburuk.
Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mengatakan, gudang mereka di Kota Gaza mengalami kerusakan parah pada Senin (30/10), tidak dapat digunakan lagi.
Israel memblokade Gaza dan menolak mengizinkan masuknya bahan bakar, dengan mengatakan bahan bakar tersebut dapat digunakan kelompok militan Hamas untuk tujuan militer mereka.
”Ancaman bom, puing-puing, dan kekurangan bahan bakar yang terus-menerus membuat jalan-jalan menjadi sangat berbahaya dan tidak dapat diakses di banyak wilayah di Jalur Gaza,” kata Jonathan Crickx, kepala komunikasi UNICEF Palestina.
Meskipun UNICEF mendatangkan pasokan medis, dia mengatakan, distribusi menjadi semakin sulit.
Sumber keamanan Mesir dan pejabat perbatasan Palestina mengatakan ada rencana untuk membawa pengungsi medis keluar dari Gaza pada Rabu (1/11) untuk mendapatkan perawatan di Mesir.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
