Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 18.21 WIB

Israel Gempur Jalur Gaza, Menlu RI Desak Resolusi Tiga Plus Satu

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan pandangannya dalam Pertemuan Ke-13 Menteri Luar Negeri KTT Asia Timur (EAS FMM) di Jakarta, Jumat (14/7/2023). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt) - Image

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan pandangannya dalam Pertemuan Ke-13 Menteri Luar Negeri KTT Asia Timur (EAS FMM) di Jakarta, Jumat (14/7/2023). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)

JawaPos.com - Indonesia menyambut baik pengesahan Resolusi Majelis Umum PBB terkait situasi di Gaza. Pada Jumat (27/10), Majelis Umum PBB menyetujui draf resolusi yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan yang berlangsung lama dan berkelanjutan segera di Gaza. Draf didukung 120 suara, 14 suara menolak, dan 45 lainnya abstain. Indonesia merupakan salah satu co-sponsor resolusi tersebut.

Indonesia sejak awal menyatakan sikap keras mengenai kekejaman Israel atas warga Palestina. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi meminta agar kekerasan di Gaza dapat segera dihentikan. Dia juga mendesak agar warga sipil dapat dilindungi dan bantuan kemanusiaan dapat segera diberikan.

Retno menegaskan tak hanya berbicara atas nama seorang Menlu. Tapi juga atas nama seorang perempuan, seorang ibu, dan seorang nenek. Retno meminta negara-negara anggota PBB untuk menggunakan hati demi membela keadilan dan kemanusiaan.

"Sudah tak terhitung berapa kali kita berdiri di aula ini untuk mengurangi penderitaan saudara-saudari kita di Palestina. Tak terhitung berapa kali kita mengadakan pertemuan darurat SMU PBB mengenai nasib rakyat Palestina. Namun, tak terhitung pula berapa kali harapan kita pupus karena kepentingan politik sempit," katanya.

Lebih lanjut, Menlu menyebut tiga plus satu langkah konkret yang mendesak dilakukan. Pertama, menghentikan agresi untuk mencegah terus berjatuhannya korban sipil. "Termasuk dengan membentuk komisi penyelidikan independen untuk menyelidiki serangan Israel terhadap rumah sakit dan tempat ibadah dan pengusiran massal warga sipil di Gaza," tegasnya.

Kedua, memastikan akses bantuan kemanusiaan dan perlindungan warga sipil. Ketiga, menolak pemindahan secara paksa warga sipil di Gaza. Seruan Israel agar warga sipil pergi dari Gaza Utara memperparah kondisi mereka yang rumahnya telah dihancurkan. Termasuk membatasi akses terhadap listrik, gas, bahan bakar, dan air. Hal itu adalah kejahatan kemanusiaan.

Sementara itu, plus satunya adalah mengatasi akar masalah konflik Israel-Palestina. Retno menegaskan bahwa perdamaian tidak akan tercipta sebelum akar konflik diatasi. Karena itu, proses perdamaian untuk mewujudkan solusi dua negara harus dimulai kembali. Upaya sistematis Israel untuk membuat negosiasi jadi tidak relevan harus dihentikan. (sha/mia/dee/c19/bay)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore