Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Oktober 2023 | 22.05 WIB

4 Warga Korea Utara Menyeberangi Perbatasan Maritim, Akui Ingin Membelot

Perahu kayu yang digunakan sebuah keluarga Korea Utara untuk menyeberangi lautan menuju Korea Selatan. - Image

Perahu kayu yang digunakan sebuah keluarga Korea Utara untuk menyeberangi lautan menuju Korea Selatan.

JawaPos.com - Empat warga Korea Utara yang tidak diketahui identitasnya menyeberangi perbatasan maritim Korea di Laut Timur pada Selasa (24/10).

Saat ini, militer Korea Selatan, bekerja sama dengan penjaga pantai, telah mengamankan empat warga Korea Utara di perairan lepas pantai kota Sokcho, Provinsi Gangwon.
 
Keempat warga Korea Utara tersebut, melakukan perjalanan lintas perbatasan dengan sebuah perahu, dan ditemukan oleh penjaga pantai Korea Selatan.
 
Dikutip dari The Korea Herald, keempat warga Korea Utara tersebut, dipindahkan ke sebuah kapal Korea Selatan yang sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan di Sokcho, Provinsi Gangwon, pada pukul 09.30 pagi, menurut keterangan dari militer.
 
Empat warga Korea Utara menyatakan keinginan mereka untuk membelot atau lari dari bangsanya untuk pergi ke Korea Selatan, demikian ungkap Kantor Berita Yonhap dan Sistem Penyiaran Korea.
 
Lebih dari 33.000 warga Korea Utara telah melarikan diri dari tanah air mereka, yang represif menuju Korea Selatan yang demokratis dan liberal.
 
Mereka dinilai berhak mendapatkan kewarganegaraan, dan dukungan finansial setelah diperiksa oleh badan-badan intelijen.
 
 
Kedatangan para pembelot ke Korea Selatan telah menurun tajam sejak pandemi COVID-19, ketika Pyongyang meningkatkan pengawasan di perbatasan.
 
Pembelotan melalui laut jarang terjadi, sebagian besar pembelot melarikan diri dari Korea Utara melalui perbatasan yang terhubung dengan Tiongkok, dimana mereka menghadapi risiko ditangkap dan dideportasi.
 
Kementerian Unifikasi Seoul pada awal bulan ini mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan keprihatinannya kepada China, setelah pihak berwenang memulangkan banyak warga Korea Utara yang tinggal di provinsi timur laut Jilin dan Liaoning.
 
Beijing, yang menganggap para pembelot Korea Utara sebagai migran ekonomi, mengatakan bahwa tidak ada yang namanya 'pembelot Korea Utara' di China.
 
Pada bulan Mei, sembilan warga Korea Utara membelot setelah menyeberangi perbatasan laut sebelah barat dengan perahu nelayan, seperti yang dikutip dari Aljazeera.
 
Pada tahun 2019, mantan Presiden Korea Selatan Moon Jae In menuai kecaman dari kelompok-kelompok hak asasi manusia. Setelah pemerintahannya memulangkan dua nelayan Korea Utara, yang dicurigai membunuh 16 rekan sekapal mereka ketika melintasi perbatasan laut.

Pengadilan Korea Selatan pada bulan Februari mendakwa empat pejabat tinggi, termasuk kepala intelijen nasional, karena diduga menyalahgunakan wewenang mereka terkait pemulangan tersebut.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore