Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Oktober 2023 | 16.41 WIB

Imbas Pengeboman Israel, Psikiater Palestina Ungkap Anak-Anak di Gaza Mulai Alami Trauma Akut 

PERANG BERLANJUT: Bocah Palestina yang terluka dievakuasi saat rudal Israel membordir Gaza. - Image

PERANG BERLANJUT: Bocah Palestina yang terluka dievakuasi saat rudal Israel membordir Gaza.

JawaPos.com - Menurut seorang psikiater Palestina, anak-anak di Gaza kini mengalami gejala trauma parah disertai risiko kematian dan cedera.

Pada hari Minggu, kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan 1.750 anak-anak telah terbunuh dalam 16 hari pemboman oleh pasukan Israel sejak serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober, yang berarti rata-rata hampir 110 anak setiap hari menjadi korban.

Dilansir dari The Guardian, dampak psikologis perang terhadap anak-anak mulai terlihat, kata Fadel Abu Heen, seorang psikiater di Gaza.

“Anak-anak mulai mengalami gejala trauma serius seperti kejang-kejang, mengompol, ketakutan, perilaku agresif, gugup, dan tidak meninggalkan orang tua mereka,” kata psikiater

“Kurangnya tempat yang aman telah menciptakan rasa takut dan ngeri di antara seluruh masyarakat dan anak-anaklah yang paling terkena dampaknya,” katanya.

“Beberapa dari mereka bereaksi langsung dan mengungkapkan ketakutannya, meskipun mungkin memerlukan penanganan segera, kondisi mereka mungkin lebih baik dibandingkan anak-anak lain yang menyimpan trauma di dalam diri mereka,” tambah psikiater

Sekitar setengah dari 2,3 juta penduduk Gaza adalah anak-anak, yang dimana sejak tanggal 7 Oktober, mereka terus-menerus hidup di bawah pemboman.

Banyak warga yang mengungsi ke tempat penampungan sementara di sekolah-sekolah yang dikelola PBB setelah meninggalkan rumah mereka dikarenakan kurangnya akses terhadap makanan atau air bersih.

Tahreer Tabash, ibu dari enam anak yang mengungsi di sebuah sekolah mengatakan, “Anak-anak kami sangat menderita di malam hari, mereka menangis sepanjang malam dan buang air kecil tanpa sengaja.”

Ketua Asosiasi Pediatri Israel, Zachi Grossman mengatakan, “Anak-anak Israel juga menunjukkan peningkatan tanda-tanda trauma sejak 7 Oktober.”

“Sekitar 90% anak yang mengunjungi rumah sakit anak mengeluhkan kecemasan dan hal ini tentunya merupakan sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” kata Grossman.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore