
PERANG BERLANJUT: Bocah Palestina yang terluka dievakuasi saat rudal Israel membordir Gaza.
JawaPos.com - Menurut seorang psikiater Palestina, anak-anak di Gaza kini mengalami gejala trauma parah disertai risiko kematian dan cedera.
Pada hari Minggu, kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan 1.750 anak-anak telah terbunuh dalam 16 hari pemboman oleh pasukan Israel sejak serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober, yang berarti rata-rata hampir 110 anak setiap hari menjadi korban.
Dilansir dari The Guardian, dampak psikologis perang terhadap anak-anak mulai terlihat, kata Fadel Abu Heen, seorang psikiater di Gaza.
“Anak-anak mulai mengalami gejala trauma serius seperti kejang-kejang, mengompol, ketakutan, perilaku agresif, gugup, dan tidak meninggalkan orang tua mereka,” kata psikiater
“Kurangnya tempat yang aman telah menciptakan rasa takut dan ngeri di antara seluruh masyarakat dan anak-anaklah yang paling terkena dampaknya,” katanya.
Baca Juga: Massa Gabungan di Cirebon Gelar Doa Bersama dan Penggalangan Dana Bersatu untuk Palestina
“Beberapa dari mereka bereaksi langsung dan mengungkapkan ketakutannya, meskipun mungkin memerlukan penanganan segera, kondisi mereka mungkin lebih baik dibandingkan anak-anak lain yang menyimpan trauma di dalam diri mereka,” tambah psikiater
Sekitar setengah dari 2,3 juta penduduk Gaza adalah anak-anak, yang dimana sejak tanggal 7 Oktober, mereka terus-menerus hidup di bawah pemboman.
Banyak warga yang mengungsi ke tempat penampungan sementara di sekolah-sekolah yang dikelola PBB setelah meninggalkan rumah mereka dikarenakan kurangnya akses terhadap makanan atau air bersih.
Tahreer Tabash, ibu dari enam anak yang mengungsi di sebuah sekolah mengatakan, “Anak-anak kami sangat menderita di malam hari, mereka menangis sepanjang malam dan buang air kecil tanpa sengaja.”
Ketua Asosiasi Pediatri Israel, Zachi Grossman mengatakan, “Anak-anak Israel juga menunjukkan peningkatan tanda-tanda trauma sejak 7 Oktober.”
“Sekitar 90% anak yang mengunjungi rumah sakit anak mengeluhkan kecemasan dan hal ini tentunya merupakan sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” kata Grossman.
***

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
