Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2023 | 17.19 WIB

Startup dari Seattle Kembangkan Kopi Tanpa Biji untuk Bantu Perangi Deforestasi

Bentuk bubuk kopi - Image

Bentuk bubuk kopi

JawaPos.com - Sebuah startup berbasis di Seattle yang didukung oleh beberapa investor di balik Beyond Meat, telah meluncurkan kopi tanpa biji pertama di dunia pada minggu ini sebagai upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari minuman populer tersebut.

Inovasi ini telah menarik perhatian para investor, yang telah menggelontorkan USD 51,6 juta atau setara dengan Rp 803 miliar ke dalam Atomo Coffee dengan harapan bahwa kopinya yang berasal dari makanan super dan bahan-bahan 'daur ulang' untuk meniru struktur molekul kopi, akan disukai konsumen.

Ketika iklim dunia memanas, perkebunan kopi, khususnya yang menanam varietas arabika yang lebih lembut dan disukai para barista, bergerak untuk menghancurkan hutan dalam upaya mencari iklim yang lebih sejuk.

Deforestasi merupakan penyebab utama perubahan iklim kedua setelah pembakaran bahan bakar fosil.

Penelitian menunjukkan bahwa pada 2050, sekitar separuh lahan yang saat ini digunakan untuk menanam kopi akan menjadi tidak produktif karena perubahan iklim.

"Kopi menyebabkan penggundulan hutan pada tingkat yang cukup mengkhawatirkan, hampir mencapai luas Central Park (New York) sebanyak sepuluh setiap harinya," kata CEO dan salah satu pendiri Atomo, Andy Kleitsch menjelang peluncuran kopi tanpa biji di New York Coffee Festival pada Jumat (6/10).

Atomo mengatakan kopi cold brew tanpa biji yang merupakan 'bukti konsep' awal menghasilkan emisi karbon 93% lebih sedikit dan menggunakan air 94% lebih sedikit dibandingkan kopi biasa. Dilansir dari Reuters, penemuan ini dinobatkan oleh Majalah Time sebagai salah satu dari 200 penemuan terbaik pada 2022.

Perusahaan tersebut memperkirakan akan ada angka serupa untuk kopi panas 'tanpa biji' baru yang juga dibuat menggunakan sebagian besar bahan-bahan daur ulang seperti biji kurma, yang cenderung dibuang dalam proses produksi massal.

Atomo pada awalnya menargetkan kedai kopi dibandingkan toko dan jaringan supermarket, karena kopi sangrainya akan dijual secara grosir dengan harga USD 20,99 per gram atau setara dengan Rp 320 ribu per gram, lebih mahal dibandingkan USD 10-14 per gram atau sekitar Rp 155-218 ribu per gram yang dibayarkan oleh rata-rata kedai kopi di Amerika Serikat.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore