
Photo
JawaPos.com - Sebuah bar di Singapura dengan berani melanggar protokol kesehatan secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi. Ternyata bar tersebut ramai dijejali oleh tamu yang tidak memakai masker dan tanpa menjaga jarak aman di saat pandemi Covid-19 belum berakhir.
Sebuah bar di Golden Mile Complex menggelar pertemuan ilegal dan berpesta. Diduga telah berlangsung sejak Juni lalu seperti dilansir dari Straits Times, Kamis (17/12).
Shin Min Daily News pada Rabu (15/12) melaporkan ada gelaran pesta yang diikuti sekitar 30 orang. Mereka berdesakan di sebuah bar kecil di lantai dua sebuah kompleks.
Baca juga: Pilih yang Manjur, Singapura Setujui Dua Vaksin Covid-19 dari AS
Surat kabar berbahasa Tiongkok itu mengatakan pesta diawali oleh perempuan berusia 50 tahun yang menggelar pesta ulang tahun pacarnya. Bar tersebut dilaporkan tidak menerapkan SafeEntry atau pengukuran suhu, dan pelanggan diizinkan untuk berbaur dengan bebas tanpa masker.
Perempuan berpakaian minim terlihat di lantai dansa dengan musik keras, sementara pengunjung minum alkohol dan saling berbincang. Shin Min mengatakan bahwa beberapa bar dan pub di Golden Mile Complex telah beroperasi secara ilegal sejak Juni.
Baca juga: Gunakan Vaksin Covid-19 yang Manjur, Singapura Longgarkan Pembatasan
"Jika Anda datang pada akhir pekan, Anda akan melihat bar di sini dipenuhi dengan orang-orang yang sama sekali mengabaikan pandemi," kata sumber yang tidak disebutkan namanya.
"Ketika pihak berwenang muncul, operator hanya akan menurunkan penutup jendela dan terus beroperasi secara ilegal setelahnya," tambahnya.
Setidaknya 8 bar seperti itu dipenuhi orang-orang di kompleks tersebut. Polisi telah melakukan penggerebekan dan menangkap orang-orang yang diduga melanggar langkah-langkah jarak aman.
Pada Agustus, enam pria dan empat wanita didenda antara USD 4.000 dan USD 8.000 karena melanggar tindakan Covid-19 dengan mengadakan pertemuan sosial ilegal di unit toko di Golden Mile Tower. Bulan lalu, 30 wanita ditangkap setelah polisi menggerebek Golden Mile Complex dan lokasi lain. Delapan dari mereka diselidiki karena melanggar tindakan jarak aman.
Presiden Asosiasi Bisnis Kehidupan Malam Singapura (SNBA) Joseph Ong mengatakan kepada The New Paper bahwa dia telah mendengar tentang pesta ilegal yang diselenggarakan oleh operator kehidupan malam itu. "Saya tidak tahu mereka begitu terang-terangan di Golden Mile," paparnya.
Dia mendesak operator berkomunikasi dengan SNBA guna mencari solusi untuk membantu bisnis mereka. "Akan sia-sia jika sekelompok kecil operator ini menghancurkan kerja keras yang dilakukan oleh lebih dari 2 ribu outlet kehidupan malam selama hampir setahun," kata Ong.
"Beroperasi secara ilegal dan sembunyi-sembunyi jelas tidak benar dan berisiko bagi publik," tambahnya.
Siapa pun yang terbukti melanggar langkah-langkah menjaga jarak aman dapat didenda hingga USD 10.000 dan atau penjara hingga enam bulan. Hukuman dapat digandakan untuk pelanggar yang berulang.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=DeiHa8q0Kls

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
