Gletser Es di Swiss mencair sebesar empat persen.
JawaPos.com – Swiss telah kehilangan 10 persen volume gletsernya hanya dalam dua tahun. Volume gletser tersebut hilang selama musim panas tahun 2022 dan 2023, ini sama dengan total penipisan antara tahun 1960 dan 1990.
Para ilmuwan mengatakan kerusakan iklim akibat pembakaran bahan bakar fosil adalah penyebab musim panas yang luar biasa dengan volume salju yang cukup sedikit sehingga menyebabkan percepatan pencairan salju.
Analisis yang dilakukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Swiss menemukan bahwa empat persen dari total volume gletser di Swiss telah hilang tahun ini.
Dilansir dari The Guardian, Jumat (29/9), penurunan jumlah gletser tahun ini merupakan terbesar kedua yang pernah tercatat.
Penurunan terbesar pada tahun 2022 terjadi sebesar enam persen yang merupakan pencairan terbesar sejak pengukuran dimulai.
Ilmuwan telah berhenti mengukur es di beberapa gletser karena sudah tidak ada yang tersisa. Glacier Monitoring in Switzerland (Glamos), yang melakukan pemantauan 176 gletser baru-baru ini menghentikan pengukuran di gletser St. Annafirn di wilayah Uri, Swiss tengah karena sebagian besar gletser telah mencair.
“Kami hanya memiliki sisa es mati. Kombinasi perubahan iklimlah yang membuat kejaidan ekstrim seperti itu lebih mungkin terjadi dan kombinasi cuaca ekstrem yang sangat buruk,” kata Matthias Huss, kepala Glamos.
Matthias juga mengatakan gletser kecil menghilang karena laju hilangnya es yang terus terjadi. Untuk menghentikannya emisi perlu dihentikan, Matthias menambahkan jika dunia dapat menjaga pemanasan global hingga 1,5 dejarat celsius di atas tingkat pra-industri, hanya sepertiga volume gletser di Swiss yang diperkirakan akan tetap ada.
Pegunungan Alpen di Swiss tercatat mengalami rekor suhu terpanas pada tahun ini, pada bulan Agustus puncak pencairan es terjadi.
Layanan cuaca Swiss menemukan bahwa ketinggian di mana curah hujan membeku mencapai rekor tertinggi baru dalam semalam yakni 5.289 meter di mana ketinggiannya lebih dari Mont. Blanc.
Para peneliti menemukan danau-danau baru terbentuk di dekat lidah gletser untuk pertama kalinya.
Mayat-mayat yang telah lama hilang di bawah es juga telah ditemukan karena lapisan es telah menyusut.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
