Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 September 2023 | 20.34 WIB

Menyelamatkan Pasien yang Sekarat, Ahli Bedah di Maryland Kembali Melakukan Transplantasi Jantung Babi

Ahli bedah mempersiapkan transplantasi jantung babi ke Lawrence Faucette di rumah sakit sekolah di Baltimore.

JawaPos.com – Para ahli bedah University of Maryland Medical Center telah mentransplantasikan jantung babi ke seorang pria sekarat dalam upaya untuk memperpanjang hidupnya.

Dilansir JawaPos.com dari The Hindu, pasien pria tersebut adalah Veteran Angkatan Laut berusia 58 tahun yang hampir menghadapi kematian akibat gagal jantung, tetapi masalah kesehatan lainnya membuat dia tidak memenuhi syarat untuk transplantasi jantung tradisional, menurut dokter di University of Maryland Medicine.

“Tidak ada yang tahu mulai saat ini dan seterusnya. Setidaknya sekarang saya punya harapan dan punya kesempatan,” kata Lawrence Faucette, dari Frederick, Maryland, dalam video yang direkam oleh rumah sakit sebelum operasi pada hari Rabu (20/9).

“Saya akan berjuang mati-matian untuk setiap nafas yang bisa saya ambil,” Tambahnya.

Meskipun beberapa minggu ke depan akan menjadi masa kritis, para dokter sangat senang dengan respons awal Faucette terhadap organ babi.

“Kau tahu, aku hanya terus menggelengkan kepala – bagaimana aku bisa berbicara dengan seseorang yang berhati babi?” Kata Bartley Griffith, yang melakukan transplantasi, mengatakan kepada The Associated Press.

“Keistimewaan yang besar, tetapi, Anda tahu, ada banyak tekanan,” tambahnya.

Ini merupakan pasien kedua yang pernah menjalani percobaan semacam itu. Sebelumnya, pasien transplantasi jantung babi pertama adalah David Bennett, kini meninggal dua bulan setelah operasi karena komplikasi yang terus berulang dan jejak virus yang menginfeksi babi ditemukan dalam jantung barunya.

Ada kekurangan besar organ manusia yang disumbangkan untuk transplantasi. Tahun lalu, terdapat lebih dari 4.100 transplantasi jantung di Amerika, suatu jumlah yang memecahkan rekor, namun pasokannya sangat terbatas sehingga hanya pasien dengan peluang terbaik untuk bertahan hidup dalam jangka panjang yang dapat menerima transplantasi tersebut.

Upaya transplantasi organ dari hewan ke manusia telah gagal selama beberapa dekade, karena sistem kekebalan tubuh manusia segera menghancurkan jaringan asing tersebut. Kini para ilmuwan kembali mencoba menggunakan babi yang dimodifikasi secara genetik untuk membuat organ mereka lebih mirip manusia.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore