Logo JawaPos

Isu PLTN Fukushima dan Uji Coba Rudal Korea Jadi Sorotan KTT Ke-43 ASEAN

BERMITRA: Presiden Joko Widodo menyambut Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris dalam rangkaian KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta kemarin (6/9). - Image

BERMITRA: Presiden Joko Widodo menyambut Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris dalam rangkaian KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta kemarin (6/9).

JawaPos.com – Sejumlah negara mitra ASEAN menyatakan komitmen dukungan dalam rangkaian KTT Ke-43 ASEAN kemarin (6/9). Mulai dukungan ekonomi hingga energi terbarukan.

Misalnya, dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). KTT Ke-26 ASEAN-RRT diikuti para pemimpin negara ASEAN bersama Perdana Menteri RRT Li Qiang.

Terkait dengan ekonomi, Li Qiang menyatakan komitmennya untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.

Pemerintah RRT kembali menekankan komitmen untuk membeli produk pertanian dari negara-negara ASEAN senilai USD 150 miliar atau setara Rp 2.294 triliun (kurs Rp 15.298) dalam lima tahun ke depan.

Komitmen itu pernah disampaikan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada pertemuan puncak khusus untuk memperingati 30 tahun hubungan dialog Tiongkok-ASEAN tahun lalu. Saat ini, kata dia, Tiongkok telah mengeluarkan USD 55 miliar untuk mengimpor produk agrikultur dari negara anggota ASEAN.

ASEAN dan Tiongkok juga berkomitmen memperlakukan satu sama lain dengan tulus. Karena itu, rasa saling percaya ASEAN dan Tiongkok semakin kuat.

Sementara itu, KTT Ke-24 ASEAN-Republik Korea yang dihadiri Presiden Republik Korea Yoon Suk-yeol membahas transisi energi dan transformasi digital. Presiden Joko Widodo menyatakan, Korea merupakan partnership of the future.

Mengenai transisi energi, Jokowi menyinggung ketergantungan ASEAN terhadap sumber energi fosil yang harus dikurangi hingga 78 persen. Meski, dia mengakui bahwa transisi energi dan transformasi digital butuh investasi dan transfer teknologi yang tidak sedikit. Karena itu, dia mengajak Korea untuk berkolaborasi.

Selain dari sisi ekonomi, Jokowi menekankan stabilitas kawasan. Dia menuturkan bahwa stabilitas kawasan harus dijaga dan menjadi tanggung jawab semua pihak yang berada di kawasan Indo-Pasifik.

Yoon Suk-yeol menyampaikan, trilateral atau kerja sama tiga negara antara Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang akan terus mendukung arsitektur regional ASEAN. Tiga negara itu telah meluncurkan kerangka kerja sama keamanan maritim yang bakal turut mendukung keamanan dan stabilitas kawasan ASEAN.

Selain dengan RRT dan Korea, dilakukan pertemuan dengan negara mitra lain. Yakni, KTT Ke-26 ASEAN-Jepang bersama PM Jepang Fumio Kishida, KTT Ke-26 ASEAN Plus Three (APT), KTT Ke-11 ASEAN-US yang dihadiri Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris, serta KTT ASEAN-Kanada bersama PM Kanada Justin Trudeau.

Ditemui setelah rangkaian KTT ASEAN dan negara mitra, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membeberkan sejumlah hal tentang pembahasan para leader. Misalnya, pada KTT ASEAN Plus Three, Jepang dan RRT sempat mengangkat isu mengenai PLTN Fukushima. Sebagaimana diketahui, Jepang mulai membuang limbah Fukushima ke laut pada akhir Agustus 2023. Atas aksinya, Jepang mendapat banyak protes keras oleh sejumlah pihak.

Menurut Retno, PM Jepang dalam KTT ASEAN-Jepang sempat menjelaskan apa yang sudah dilakukannya. ”Lebih ke penjelasan langkah-langkah yang sudah dilakukan Jepang, termasuk masalah scientific-based dan transparansi atau proses yang dilakukan bekerja sama dengan IAEA,” ungkapnya.

Selain itu, dalam pertemuan KTT ASEAN Plus Three turut dibahas uji coba rudal oleh Korea Utara. (mia/dee/idr/lyn/c14/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore