Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Agustus 2023 | 01.17 WIB

Jepang akan Bawa Tiongkok ke WTO karena Larangan Impor Makanan Laut

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Fukushima Daiichi tampak dari atas.

 

 
JawaPos.com - Jepang akan mengancam Tiongkok pada Selasa (29/8) ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk mengupayakan pencabutan larangan terhadap semua impor makanan laut setelah pelepasan air radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi.
 
Menteri Luar Negeri Jepang, Yoshimasa Hayashi mengatakan, kepada wartawan bahwa Jepang akan mengambil 'tindakan yang diperlukan (terhadap larangan produk akuatik Tiongkok) berdasarkan berbagai cara termasuk WTO', dilansir dari Reuters.
 
Mengajukan pengaduan ke WTO mungkin menjadi pilihan, jika protes ke Tiongkok melalui jalur diplomatik tidak efektif, kata Menteri Keamanan Ekonomi, Sanae Takaichi secara terpisah.
 
Komentar tersebut muncul ketika bisnis dan fasilitas umum di Jepang terus menerima panggilan pelecehan dari nomor telepon dengan kode negara Tiongkok +86, dengan banyak penelepon yang melaporkan mengeluhkan pelepasan limbah nuklir Fukushima.
 
Badan Kepolisian Nasional Jepang telah menerima 225 laporan panggilan pelecehan hingga saat ini lewat laporan Jiji News. Pemerintah mengatakan, pihaknya sedang mencari bantuan dari perusahaan telekomunikasi untuk memblokir panggilan tersebut.
 
Semakin banyak pengguna telepon rumah yang meminta untuk memblokir nomor asing, kata juru bicara NTT Communications, unit Nippon Telegraph and Telephone. NTT dan perusahaan telepon lainnya termasuk KDDI dan SoftBank Corp sedang mendiskusikan langkah-langkah menyusul permintaan pemerintah.
 
NTT East yang melayani bagian timur negara itu termasuk Fukushima, mengatakan pihaknya telah mendirikan pusat layanan pelanggan pada Selasa, khusus untuk panggilan pelecehan dari luar negeri, sebagai tanggapan atas permohonan pemerintah.
 
"Sangat disesalkan dan memprihatinkan mengenai banyaknya panggilan pelecehan yang kemungkinan besar datang dari Tiongkok," kata Menteri Perdagangan Yasutoshi Nishimura dalam konferensi pers.
 
Ia mengatakan, menurut masyarakat Fukushima, beberapa panggilan bahkan sampai ke rumah sakit. "Kehidupan manusia dipertaruhkan sekarang. Tolong segera hentikan panggilan telepon tersebut," kata Nishimura.
 
Menteri mengatakan, pemerintah sedang mengumpulkan informasi mengenai laporan gerakan boikot produk Jepang di Tiongkok dan akan bekerja sama dengan para pemimpin bisnis untuk mengatasi situasi tersebut.
 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore