
Pita Limjaroenrat dalam sesi tanya jawab bersama reporter ketika sampai di Gedung Parlemen. Pita gagal dalam pemungutan suara di Parlemen.
JawaPos.com – Koalisi Delapan Partai resmi membuang Partai Move Forward (MFP) yang dipimpin oleh Pita Limjaroenrat, Rabu (2/8). Keputusan ini diumumkan secara terbuka jelang pemilihan perdana menteri terhadap Partai Pheu Thai pada 4 Agustus mendatang.
Pimpinan Partai Pheu Thai, Cholnan Srikaew, mengungkapkan bahwa pihaknya dan MFP sudah melalui pertemuan yang positif pada Rabu (2/8) pagi. Menurutnya, kedua pihak sama-sama legowo untuk tak lagi berjalan dalam satu bahtera politik.
“Pheu Thai akan berusaha mengumpulkan cukup suara (di parlemen) dan Move Forward akan menjadi oposisi,” kata Cholnan dalam keterangan persnya, dilansir dari Bangkok Post.
Lebih lanjut, selepas hengkangnya MFP dari Koalisi Delapan Partai, Cholnan menyebut pihaknya akan melanjutkan upayanya untuk mencari dukungan, guna meloloskan kandidatnya menjadi Perdana Menteri Thailand.
Adapun dalam pemilihan ketiga ini, Partai Pheu Thai mengajukan Srettha Thavisin untuk menjadi kandidat calon perdana menteri. Srettha diketahui merupakan anggota partai sekaligus seorang konglomerat.
Partai Pheu Thai melalui Srettha akan membentuk pemerintahan baru tanpa menyentuh pasal 112 tentang Pencemaran Nama Baik Kerajaan Thailand. Sebagaimana diketahui, banyak pihak menolak usulan amandemen pasal tersebut.
Selain itu, pihak-pihak di luar Koalisi Delapan Partai, sebelumnya juga dikatakan menolak mendukung Partai Pheu Thai jika masih berafiliasi dengan MFP. Maka dengan keluarnya MFP dari Koalisi Delapan Partai, Pheu Thai akan dengan mudah mendulang dukungan dari partai lain dan senator.
“Ternyata mereka tidak menerima perubahan apa pun pada Bagian 112 dan beberapa pihak bahkan menyatakan bahwa mereka tidak akan bergabung dengan pemerintahan dengan Move Forward,” lanjutnya.
Meski kini Partai Pheu Thai dan MFP tak lagi bersama, namun Cholnan memastikan bahwa ia dan mantan sekutunya itu tetap berhubungan baik. Bahkan, ia berjanji akan mendukung kebijakan yang menguntungkan MFP dan tidak masalah jika mereka tak memilih kandidatnya dalam pemilihan nanti.
Srettha sendiri dalam misinya maju sebagai calon Perdana Menteri Thailand, membawa janji akan meningkatkan perekonomian masyarakat Thailand. Menurutnya, sekarang ekonomi Thailand sedang melemah dan menyusahkan Masyarakat. Sehingga, memperbaiki perekonomian negeri lebih baik dan lebih penting daripada amandemen pasal 112.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
