JawaPos.com - Viral video yang memerlihatkan bangku pesawat berhadapan seperti kereta api. Hal ini diunggah TikTokers asal Chicago, Amerika Serikat, dengan nama akun @meganhomme.
Dalam video yang ia unggah, terlihat ia sedang berada di sebuah pesawat terbang yang memiliki kursi penumpang unik. Hal tersebut lantaran kursi penumpang pesawat tersebut berhadap-hadapan antar penumpang layaknya kursi penumpang di kereta api.
Homme dalam videonya yang berdurasi sekitar lima detik itu menunjukkan ekspresi canggung dan kaget, terlihat dari matanya yang melirik bergantian ke kanan dan ke kiri diawal video. Ia bahkan menulis keterangan dalam videonya 'Aku tidak pernah melihat ini di penerbangan sebelumnya'.
Ia mengaku dalam video tersebut ia sedang berada di sebuah maskapai penerbangan regional di Swedia, meski tak menjelaskan lebih lanjut terkait nama maskapainya saat menjawab salah satu pertanyaan di kolom komentarnya. "A regional airline in Sweden hahah," ujarnya yang dikutip langsung dari akun TikToknya.
Kolom komentar video akun Tiktokers tersebut terpantau dibanjiri beberapa respon dari warganet.
"Ketakutan baru telah terbuka," tulis akun TikTok @sarasol.il.
"Um permisi, ini kan bukan naik kereta," tulis akun TikTok @thejourney2016.
"Belum pernah lihat yang seperti itu," tulis akun TikTok @keninchicago dengan emoticon tertawa.
Dilansir dari situs surat kabar Prancis, newsinfrance.com, perjalanan TikToker Megan Homme sebenarnya tidak terlalu langka. Beberapa maskapai memang menawarkan kursi menghadap ke belakang, seperti maskapai American United, Qatar, dan British Airways. Tetapi kursi mereka secara eksklusif terletak di kelas bisnis atau bisnis.
Ini bukan pertama kalinya pengaturan letak kursi penumpang seperti itu memicu kepanikan di internet. Pada 2015, sebuah proyek percobaan oleh pabrikan Prancis Zodiac juga mendapat beberapa komentar negatif atau ketakutan dari publik.
Lantas bagaimana dengan tingkat keamanan pesawat yang mengatur kursi penumpangnya seperti itu?
"Perlindungan tabrakan yang diberikan oleh kursi yang menghadap ke belakang didukung oleh pengalaman lebih dari setengah abad,” ujar Richard Snyder, mantan peneliti keselamatan transportasi Universitas Michigan, kepada majalah Smithsonian pada bulan Oktober 2009 yang dikutip dari surat kabar Amerika Serikat, New Yor Post.
Penjelasan tersebut merujuk pada Naval Aviation News edisi 1952, yang menjelaskan bahwa'penumpang di pesawat Angkatan Laut memiliki peluang sepuluh kali lipat lebih baik untuk keluar dari kecelakaan dalam keadaan hidup, berkat kursi yang menghadap ke belakang.
Namun sayangnya, menurut beberapa pengulas, ada lebih banyak kontra yang mengeluh tentang mual selama perjalanan di udara, ketidakmampuan untuk menggunakan laptop dengan nyaman dan terlebih lagi kurangnya privasi.