Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juli 2023 | 03.19 WIB

300 Ribu Ekor Kucing di Siprus Tewas, Ahli Sebut Karena Varian Virus Corona

ILUSTRASI: Kucing. (Istimewa) - Image

ILUSTRASI: Kucing. (Istimewa)

JawaPos.com – Sebanyak 300 ribu ekor kucing di Siprus, negara kepulauan di selatan Turki, dilaporkan mati karena sebuah wabah penyakit peritonitis menular kucing (FIP). Penyakit itu disinyalir merupakan jenis varian virus corona yang sebelumnya mewabah pada manusia.

Dilansir dari Telegraph, Kamis (13/7), kematian ratusan ribu kucing itu telah dimulai sejak Januari lalu, dan terus bertambah.

Demetris Epaminondas, Wakil Presiden Asosiasi Dokter Hewan Pancyprian, mengatakan bahwa FIP tidak berpotensi menular pada manusia. Namun, tentu menjadi ancaman bagi komoditas kucing lainnya.

“Dokter hewan setempat telah melaporkan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kasus FIP, yang dimulai di ibu kota Nicosia pada bulan Januari dan menyebar ke seluruh pulau dalam waktu tiga hingga empat bulan,” kata Demetris.

Adapun gejala-gejala yang terjadi pada kucing dalam hal ini, berupa demam, pembengkakan perut, kehilangan energi, dan kadang memicu respon kucing agar bertengkar dengan kucing lain. Penyakit ini kebanyakan terjadi pada anak kucing dan kucing muda.

Selama ini, Turki dan wilayah-wilayah sekitarnya, termasuk Siprus, memang dikenal sebagai pulau kucing, karena banyaknya kucing jalanan yang ada di sana dan dirawat oleh warga setempat. Bahkan, para kucing di sana juga acap kali mendapat perhatian dari wisatawan yang berkunjung.

Namun, karena kasus ini Siprus mencetak sejarah baru. Danièlle Gunn-Moore, seorang spesialis kedokteran kucing di University of Edinburgh, menyebut bahwa selama ini belum pernah ada laporan kasus kucing yang mati secara masal.

Ia pun meyakinkan bahwa ini seharusnya menjadi masalah yang serius. Saat ini, pemerintah setempat pun sudah mengatur regulasi undang-undang untuk obat yang akan digunakan dalam menangani wabah FIP.

Mereka juga memastikan, bahwa tidak boleh ada kucing yang keluar dari wilayah tersebut kecuali sudah dinyatakan negatif. Tentunya, untuk mencegah penularan lebih luas.

“Sudah ada beberapa bukti – meskipun bersifat anekdot – bahwa itu mungkin sudah ada di Turki, Lebanon, dan berpotensi di Israel. Jika virus ini sampai ke Inggris, bisa menyebabkan banyak kucing kita mati. Itu akan menghancurkan hati. Kita harus menanggapi ini dengan serius,” terangnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore