
ILUSTRASI: Kucing. (Istimewa)
JawaPos.com – Sebanyak 300 ribu ekor kucing di Siprus, negara kepulauan di selatan Turki, dilaporkan mati karena sebuah wabah penyakit peritonitis menular kucing (FIP). Penyakit itu disinyalir merupakan jenis varian virus corona yang sebelumnya mewabah pada manusia.
Dilansir dari Telegraph, Kamis (13/7), kematian ratusan ribu kucing itu telah dimulai sejak Januari lalu, dan terus bertambah.
Demetris Epaminondas, Wakil Presiden Asosiasi Dokter Hewan Pancyprian, mengatakan bahwa FIP tidak berpotensi menular pada manusia. Namun, tentu menjadi ancaman bagi komoditas kucing lainnya.
“Dokter hewan setempat telah melaporkan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kasus FIP, yang dimulai di ibu kota Nicosia pada bulan Januari dan menyebar ke seluruh pulau dalam waktu tiga hingga empat bulan,” kata Demetris.
Baca Juga: Tiga Hari Operasi Patuh Jaya Tujuh Ribu Pengendara Kena Teguran, 1.358 Pengendara Ditilang
Adapun gejala-gejala yang terjadi pada kucing dalam hal ini, berupa demam, pembengkakan perut, kehilangan energi, dan kadang memicu respon kucing agar bertengkar dengan kucing lain. Penyakit ini kebanyakan terjadi pada anak kucing dan kucing muda.
Selama ini, Turki dan wilayah-wilayah sekitarnya, termasuk Siprus, memang dikenal sebagai pulau kucing, karena banyaknya kucing jalanan yang ada di sana dan dirawat oleh warga setempat. Bahkan, para kucing di sana juga acap kali mendapat perhatian dari wisatawan yang berkunjung.
Namun, karena kasus ini Siprus mencetak sejarah baru. Danièlle Gunn-Moore, seorang spesialis kedokteran kucing di University of Edinburgh, menyebut bahwa selama ini belum pernah ada laporan kasus kucing yang mati secara masal.
Ia pun meyakinkan bahwa ini seharusnya menjadi masalah yang serius. Saat ini, pemerintah setempat pun sudah mengatur regulasi undang-undang untuk obat yang akan digunakan dalam menangani wabah FIP.
Mereka juga memastikan, bahwa tidak boleh ada kucing yang keluar dari wilayah tersebut kecuali sudah dinyatakan negatif. Tentunya, untuk mencegah penularan lebih luas.
“Sudah ada beberapa bukti – meskipun bersifat anekdot – bahwa itu mungkin sudah ada di Turki, Lebanon, dan berpotensi di Israel. Jika virus ini sampai ke Inggris, bisa menyebabkan banyak kucing kita mati. Itu akan menghancurkan hati. Kita harus menanggapi ini dengan serius,” terangnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
