Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Juli 2023 | 17.15 WIB

Buntut Kerusuhan karena Kematian Nahel Merzouk, Berbagai Negara Beri Peringatan Keamanan Mengunjungi Perancis

Petugas polisi anti huru hara Prancis berjalan di samping kendaraan terbalik selama protes hari kelima di Paris, Prancis, 2 Juli. (REUTERS/Juan Medina). - Image

Petugas polisi anti huru hara Prancis berjalan di samping kendaraan terbalik selama protes hari kelima di Paris, Prancis, 2 Juli. (REUTERS/Juan Medina).

 
JawaPos.com - Protes keras atas kematian Nahel Merzouk yang berlangsung selama berhari-hari di Paris, Perancis, berubah menjadi kerusuhan yang mencekam. Kerusuhan ini dipicu kematian seorang remaja bernama Nahel Merzouk yang ditembak polisi Perancis.
 
Hal ini bermula saat Nahel mengemudikan mobil dan melanggar lalu lintas. Polisi yang tidak lantas terima mengejarnya dan memerintahkan untuk berhenti. Namun entah mengapa, aksi penghentian Nahel ini justru berujung penembakan yang menyebabkan Nahel tewas.
 
Sejak penembakan fatal terhadap Nahel Merzouk yang berusia 17 tahun saat polisi menghentikan lalu lintas pada 27 Juni lalu, Paris dan kota-kota besar lainnya telah menyaksikan protes keras setiap malam. Kerusuhan yang paling serius sendiri sudah mereda, dengan 150 orang ditangkap pada Minggu (2/7) malam dibandingkan dengan lebih dari 700 orang pada malam sebelumnya. 
 
 
Di Paris, Marseille, Lyon, Grenoble, Lille, dan Toulouse, demonstrasi baru-baru ini telah berubah menjadi kekerasan. Terjadi bentrokan hebat dengan polisi, mobil-mobil dibakar dan toko-toko dijarah.
 
Dengan situasinya yang masih belum kondusif, banyak wisatawan di Perancis diminta untuk tetap waspada dan hati-hati. Inggris termasuk yang mewanti-wanti warga negaranya yang berkunjung ke Perancis.
 
Dilansir dari Euro News, sekitar 17 juta warga Inggris mengunjungi Perancis setiap tahun. Sebagian besar wisatawan menyerap budaya negara lama dan garis pantai yang cerah tanpa insiden.
 
Nasihat pemerintah Inggris kepada para wisatawan mulai 30 Juni tetap berlaku. “Lokasi dan waktu kerusuhan tidak dapat diprediksi,” jelas pemerintah Inggris memberikan memperingatkan.
 
Kantor Luar Negeri Jerman juga memperbarui saran perjalanan dan keamanannya akhir pekan ini. Otoritas Jerman mendesak para wisatawan untuk tetap mendapat informasi dan menghindari daerah-daerah di mana kerusuhan hebat telah terjadi.
 
Hal ini juga mengikuti peringatan keamanan dari departemen luar negeri Amerika Serikat (AS) pekan lalu. AS juga mendesak warganya untuk menghindari titik dimana masalah kembali mungkin terjadi.
 
Meskipun demikian, jika Anda bersiap melakukan perjalanan ke Perancis minggu ini, tidak perlu mengubah arah. Kendati Anda mungkin harus tetap fleksibel dengan pemesanan restoran dan paket malam di beberapa area, masih banyak yang bisa dijelajahi di musim yang populer ini.
 
Indahnya berada di kota besar berarti selalu ada pilihan; sementara kota-kota wisata yang lebih kecil di sepanjang Cote d'Azur dan di tempat lain sebagian besar tidak terpengaruh.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore