Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 September 2026 | 22.22 WIB

Irigasi di Bekasi Kering 7 Bulan, Menteri PU Dody Mengamuk Karena Merasa Dibohongi

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (Biro Komunikasi Publik Kementerian PU) - Image

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (Biro Komunikasi Publik Kementerian PU)

JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memeriksa langsung kondisi saluran irigasi di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekas , Jawa Barat.

Inspeksi tersebut dilakukan setelah menemukan adanya perbedaan antara laporan yang diterima kementerian dengan keluhan masyarakat di lapangan. Pada inspeksi tersebut, Dody menemukan seribu hektare sawah mengalami kekeringan selama tujuh bulan.

Berdasarkan sejumlah postingan di media sosial, Dody menhubungi Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw untuk meminta penjelasan terkait dengan kondisi sawah masyarakat.

Dody meminta pejabat pembuat komitmen (PPK) yang berada paling dekat dengan lokasi segera datang ke tempatnya. Ia mempertanyakan lambannya penanganan saluran irigasi yang disebut telah membuat petani tidak mendapatkan pasokan air selama tujuh bulan.

“Besok? Sekarang! Besok di mana sih lo? Kan sudah enggak dapat air tujuh bulan, baru besok. Sekarang! Jalan kamu sekarang!" tegas Dody melalui sambungan telepon dikutip Minggu (27/9). Dody merasa dibohongi oleh laporan tertulis anak buahnya. Di lokasi sidak, ia mendapati irigasi tersier mati total akibat sedimentasi dan terbengkalai tanpa perawatan.

Ironisnya, persawahan yang kerontang tersebut hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari aliran sungai besar yang debit airnya melimpah dan tidak pernah surut.

“Ini ada saluran tersier, tapi sudah kering. kata petani di sini mungkin keringnya sudah tujuh bulan. Padahal dekat dari sini itu, ada sekitar 2 kilometer ada sungai yang enggak pernah kering. Kita kerja gampang saja kan. Bapak tinggal tarik," ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya dapat segera ditangani dengan mengalirkan air dari sungai menuju saluran irigasi yang ada. Ia mempertanyakan mengapa kebutuhan air petani dibiarkan tidak tertangani selama berbulan-bulan.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore