
Bandara Komodo Labuan Bajo. Kornelis Kaha/Antara
JawaPos.com–Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan pembangunan infrastruktur penunjang dalam rangka pertemuan KTT G-20 pada 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, harus berkelanjutan.
”Artinya pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan dan lain-lain itu harus terus berkelanjutan dan tidak hanya digunakan saat KTT saja lalu terhenti. Harus berkelanjutan dalam rangka mendukung pariwisata di Pulau Flores khususnya di Manggarai Barat ini,” kata Deputi Bidang Pengembangan Regional Rudy Soeprihadi Prawiradinata seperti dilansir dari Antara di Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Senin (20/9).
Dia mengatakan, pemerintah memang mempunyai tujuan besar dalam pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo dalam rangka menyambut KTT G-20 pada 2023. Saat ini, pemerintah terus mencari spot-spot kawasan wisata lain di sekitar Manggarai Barat untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan. Sebab, untuk mendukung pariwisata di Labuan Bajo tidak hanya mengandalkan satu kawasan wisata, tetapi juga butuh lebih banyak lagi.
Dia mengatakan, terkait pembangunan di lokasi kegiatan KTT G-20 tidak mungkin hanya mengandalkan anggaran dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Butuh bantuan dari pihak swasta untuk membangun. ”Namun pastinya pihak swasta juga akan memikirkan keberlanjutan usai pertemuan itu. Apakah kawasan itu punya potensi wisata atau tidak sehingga bisa dijual lagi,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, dari hasil rapat dengan Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat diketahui bahwa sudah banyak investor swasta yang ingin membangun hotel dekat kawasan pelaksanaan KTT G-20. ”Tetapi mereka tanya lagi bagaimana infrastruktur jalan menuju ke sana. Nah ini yang sedang kami siapkan,” terang Rudy.
Selain pembangunan infrastruktur, lanjut Rudy, menyambut pelaksanaan pertemuan KTT G-20, pemda juga mulai menyiapkan sumber daya manusia dan sumbar daya penunjang seperti kesiapan pangan di daerah itu. ”Mulai sekarang, pemda harus menyiapkan makanan dan minuman dan hasil pertanian sehingga berbagai kebutuhan di hotel-hotel diambil dari daerah ini bukan diekspor dari tempat lain. Ini potensi yang harus disiapkan pemda,” tambah Rudy.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=8nsWo411utk
https://www.youtube.com/watch?v=_PMiASOVyB8
https://www.youtube.com/watch?v=9xEZY2lXIF8

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
