
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto saat kunjungan kerja ke Jawa Timur, Jumat (8/3).
JawaPos.com - Rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten Madiun untuk meresmikan pelaksanaan jalan inpres (instruksi presiden) daerah (JID) Provinsi Jawa Timur bagian selatan dengan panjang 209,46 kilometer.
Secara keseluruhan, presiden menyampaikan, pelaksanaan inpres di Jawa Timur dilakukan pada 33 ruas jalan di bagian utara dan selatan dengan panjang total 275 kilometer. Menelan total biaya sebesar Rp 925 miliar.
"Anggaran Rp 925 miliar, hanya untuk Jawa Timur saja. Anggarannya sangat gede," ungkap Jokowi setelah peresmian di Desa Mojopurno, Wungu, Kabupaten Madiun, seperti dilansir Jawa Pos Radar Madiun kemarin (8/3).
Jokowi pun mengakui banyak jalan daerah yang perlu perbaikan. Apalagi, pasca-Covid-19, banyak infrastruktur di daerah yang membutuhkan percepatan pembangunan.
Melalui program JID, secara nasional perbaikan jalan-jalan daerah pada 2023 lalu menghabiskan anggaran Rp 14,6 triliun. Program tersebut bakal dilanjutkan tahun ini. "Tahun ini kita lanjutkan dengan anggaran Rp 15 triliun. Jalan-jalan rusak yang perlu perbaikan akan kita perbaiki, di berbagai provinsi," imbuhnya.
Kabupaten Madiun terpilih sebagai lokasi peresmian oleh Jokowi lantaran ikut mendapatkan program bantuan JID di Provinsi Jatim. Ruas jalan Dungus–Batas Kota Madiun sepanjang 8,73 kilometer dibenahi melalui program kementerian PUPR tersebut.
Dari Magetan, lalu Madiun, Jokowi kemudian menuju Karanganyar, Jawa Tengah, didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, Jokowi menghadiri groundbreaking atau peletakan batu pertama Pusat Pelatihan Paralimpiade atau Paralympic Training Center di Kabupaten Karanganyar.
Pusat pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan prestasi atlet-atlet Paralimpiade Indonesia. ”Gagasan ini sebetulnya sudah lama, dan alhamdulillah bisa kita eksekusi pada tahun ini dan Insya Allah akan selesai tahun ini,” ungkapnya.
Jawa Pos Radar Solo melaporkan, pusat pelatihan yang berdiri di atas lahan seluas 80.000 meter persegi itu diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 409 miliar. Untuk fasilitas, training center tersebut akan dilengkapi dengan gedung olahraga, asrama dengan dua tower berlantai lima dengan kapasitas 188 kamar, serta berbagai fasilitas olahraga lain. Seperti kolam renang, lapangan atletik, dan lain-lain.
”Di GOR-nya akan dilengkapi dengan kolam renang utama, kolam recovery, ada yang untuk boccia, untuk menembak, untuk tenis meja, untuk badminton, dan ruang multifungsi,” katanya.
Ada pula lapangan sepak bola, lintasan atletik 400 meter, 8 lintasan lari 100 meter, lintasan lompat jauh, untuk tolak peluru, dan loncat tinggi. ’’Komplet semuanya,” imbuhnya.
Presiden menekankan pentingnya pusat pelatihan tersebut dalam membantu atlet Paralimpiade Indonesia mencapai prestasi yang lebih tinggi. Karena itu, sarana olahraga tersebut dibangun dengan standar internasional bagi para atlet penyandang disabilitas.
’’Saya harapkan prestasi yang dicetak akan makin baik dan menjadi inspirasi serta mengharumkan nama bangsa dan negara,” ucapnya. (mia/odi/aan/rud/fer/c17/ttg)

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
