
Dude Harlino sudah mengakhiri kerja sama dengan DSI. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com - Aktor Dude Harlino miris sekaligus prihatin dengan tindakan PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana dari ribuan lender dengan nilai kerugian mereka diperkirakan mencapai Rp 2,4 triliun.
Dia semakin sedih karena memiliki beban dan tanggung jawab moral. Dude Harlino diketahui sempat menjadi brand ambassador dari DSI. Dude sama sekali tidak menyangka ujungnya akan seperti ini, mengingat pada awalnya semua berjalan dengan baik.
"Berjalan beberapa tahun, semua hal berjalan dengan baik. Ketika beberapa acara saya datang, banyak lender mengatakan, 'kami terima imbal hasil, dan imbal hasilnya itu berjalan secara rutin'," kata Dude Harlino kepada JawaPos.com.
Dude Harlino secara pribadi mengaku sempat menyemplungkan dana pribadinya ikut menjadi lender untuk memastikan apakah DSI memang menjalankan sesuai yang dijanjikan atau tidak.
"Untuk lebih memastikan apa yang saya sampaikan benar, saya juga bergabung sebagai lender sekitar 2-3 tahun lalu. Saya coba, ini benar apa tidak. Saya tempatkan dana, ternyata benar ada imbal hasilnya," tuturnya.
Dude Harlino hanya menaruh uangnya di sana sebagai lender sekitar satu tahun. Semuanya berjalan lancar dari dana bagi hasil hingga modal dapat ditarik secara keseluruhan.
"Setelah satu tahun imbal hasilnya, uangnya saya tarik untuk saya lokasikan buat kebutuhan pribadi. Saya juga jadi lender untuk memastikan memastikan apa yang mereka perbuat memang benar," tutur Dude Harlino.
Dude memutuskan menjadi brand ambassador PT DSI bukan tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu. Sebelumnya, Dude sempat mengecek legalitas perusahaan hingga perizinannya di OJK.
Selain itu, dia juga merasa tenang karena ada pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah untuk memastikan semua aktivitas perusahaan berjalan sesuai dengan syariat hukum Islam.
Selain itu, Dude akhirnya menerima tawaran menjadi BA karena DSI menyatakan target usahanya di bidang properti dan dipastikan dana lender akan aman. Itu karena ada tanah yang menjadi jaminan apabila tiba-tiba terjadi permasalahan terkait keuangan.
"Yang membuat saya lebih yakin lagi adalah ada syariahnya, itu yang membuat semangatnya berbeda," ucap Dude Harlino.
Dia sangat miris karena korban DSI sangat banyak mencapai ribuan orang. Dude Harlino mendapat banyak curhatan dari para korban. Ada korban yang mengalami kerugian mencapai puluhan juta hingga miliaran rupiah.
"Kalau angka (dari lender) cukup beragam ya. Saya dapat info dari ketua paguyuban, Pak Ahmad Pitoyo, kisaran mulai Rp 30-40 juta sampai miliaran. Pak Ahmad Pitoyo sendiri sebagai ketua paguyuban kerugiannya cukup besar. Karena semua dana pensiun beliau masuk ke situ," ungkapnya.
Kasus dugaan penipuan yang dilakukan DSI sedang ditangani Bareskrim Polri. Perkembangan kasusnya, sudah masuk ke tahap penyidikan karena terpenuhinya unsur pidana atas kasus tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
