
Aktor Adly Fairuz. (instagram: adlyfayruz)
JawaPos.com - Aktor Adly Fairuz kini sedang menghadapi permasalahan hukum usai digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nilai gugatan mencapai Rp 5 miliar oleh pihak korban bernama Abdul Hadi.
Andy RH Gultom selaku pengacara Adly Fairuz secara tegas membantah kliennya menerima uang mencapai Rp 3,65 miliar dari korban untuk membantu pengurusan masuk Akademi Kepolisian (Akpol) yang ternyata korban gagal alias tidak lulus.
Pengacara Adly Fairuz mengakui kliennya memang menerima dana profesional. Namun, angkanya hanya sekitar Rp 300 juta dan telah dikembalikan setelah korban gagal masuk Akpol.
"Adly memang menerima fee sebesar Rp 300 juta, tapi Adly sudah mengembalikan sebesar Rp 500 juta. Klien kami sudah mengembalikan apa yang bukan menjadi haknya. Itu sudah dikembalikan seluruhnya, bahkan dilebihkan," kata Andy RH Gultom.
Bukan hanya membayar lebih terhadap korban, Adly Fairuz disebut pengacaranya juga membayarkan biaya administrasi pada kantor penggugat sebesar Rp 5 juta, sesuai yang dimintakan oleh pihak mereka.
"Apakah itu bukan bentuk itikad baik?," kata pengacara Adly Fairuz.
Sang pengacara menyebut pihak korban sengaja mencari panggung untuk panjat sosial atau pansos dengan memanfaatkan popularitas dan nama besar Adly Fairuz.
"Penggugat ini menurut kami playing victim. Mereka mencoba mendompleng masalah privasi Adly seakan-akan klien kami ini orang yang sangat bersalah," ungkap pengacara Adly Fairuz.
Diketahui, Adly Fairuz digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nilai gugatan kurang lebih mencapai Rp 5 miliar.
Penggugatnya adalah seorang pria bernama Abdul Hadi. Dia melayangkan gugatan setelah anaknya gagal masuk Akademi Kepolisian (Akpol) yang kabarnya dibantu oleh Adly Fairuz pada 2023 silam.
Korban kabarnya telah membayar uang sebesar Rp 3,65 miliar. Korban sangat kecewa karena janji untuk lulus Akpol pada 2023 silam ternyata tidak sesuai harapan. Korban merasa diperdaya oleh Adly Fairuz, apalagi Adly disebut mencatut nama Jenderal Ahamd yang ternyata fiktif untuk mengelabuhinya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
