
David Ellison, CEO Paramount Skydance, menyebut penawaran perusahaannya untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery sebagai langkah “pro-kompetisi". (Business Insider)
JawaPos.com — Lanskap industri hiburan global kembali memanas setelah manuver besar yang dilakukan Paramount Skydance di bawah komando David Ellison. Setelah menyelesaikan merger bernilai miliaran dolar dengan Paramount, Ellison kini mengarahkan langkah agresif untuk menggagalkan rencana Netflix mengakuisisi Warner Bros Discovery (WBD).
Ambisinya tidak tanggung-tanggung, yakni mengambil alih WBD melalui penawaran bersifat hostile, yakni upaya akuisisi yang secara terbuka menantang proses yang sedang dijalankan Netflix atau secara langsung menantang kesepakatan yang tengah diupayakan Netflix.
Dilansir dari Business Insider, Selasa (9/12/2025), Ellison—yang baru saja mengukuhkan dirinya sebagai chairman dan CEO Paramount Skydance pascamerger senilai delapan miliar dolar AS—tampaknya tidak berhenti pada restrukturisasi internal.
Setelah melakukan perombakan besar, termasuk merumahkan sekitar 1.000 karyawan pada Oktober dan membawa sejumlah eksekutif baru, dia mulai menyusun strategi ekspansi yang lebih luas.
Ellison sendiri bukan figur baru dalam persaingan besar Hollywood. Sejak mendirikan Skydance pada 2006 dengan dukungan ayahnya, Larry Ellison, dia menempatkan perusahaannya sebagai produsen film kelas atas.
Rekam jejaknya meliputi Mission Impossible: Ghost Protocol, Baywatch, hingga Top Gun: Maverick yang meraih hampir 1,5 miliar dolar AS secara global. Kiprah ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling agresif generasi barunya.
Sementara itu, ketegangan meningkat setelah WBD dikabarkan menerima tawaran dari Netflix dengan nilai perusahaan (enterprise value) sebesar 82,7 miliar dolar AS. Tawaran itu mencakup studio film dan layanan streaming WBD, namun tidak termasuk jaringan TV kabel seperti CNN dan Discovery.
Menanggapi langkah ini, Paramount Skydance meluncurkan penawaran all-cash pada 8 Desember 2025, dengan harga 30 dolar AS per saham atau sekitar 108,4 miliar dolar AS secara total, langsung ditujukan kepada para pemegang saham WBD.
Di tengah dinamika tersebut, Ellison menyampaikan kritik keras terhadap rencana kesepakatan Netflix. “Kami menilai dewan WBD tengah mengejar proposal yang lebih lemah dan membuat pemegang saham menghadapi kombinasi pembayaran tunai dan saham, ketidakpastian masa depan bisnis televisi kabel global, serta proses persetujuan regulasi yang jauh lebih rumit,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Paramount menegaskan bahwa tawaran mereka memberikan nilai lebih tinggi serta jalur penyelesaian yang lebih cepat dan pasti dibandingkan penawaran Netflix.
Sementara itu, Netflix merespons tanpa kegaduhan, menyebut langkah Paramount sebagai sesuatu yang “sepenuhnya diperkirakan” dan menyatakan keyakinan bahwa proses mereka tetap berada di jalur yang benar.
Namun, kompleksitas semakin bertambah karena penawaran Ellison didukung kombinasi dana dari keluarga Ellison, investor eksternal dari Timur Tengah, serta modal yang memiliki kedekatan dengan tokoh politik Amerika. Struktur pendanaan ini memunculkan kekhawatiran tersendiri terkait potensi pengawasan regulasi dan penilaian ulang terhadap dampak konsolidasi media.
Di sisi lain, para analis menilai bahwa dari sisi valuasi dan kepastian pembayaran, tawaran Paramount berpotensi menarik bagi pemegang saham WBD. Namun, risiko besar masih membayangi—terutama beban utang pascamerger, pengawasan ketat dari regulator AS, dan implikasi terhadap dinamika kekuatan media nasional.
Jika Ellison berhasil mengungguli Netflix, industri hiburan global dapat memasuki era baru konsolidasi raksasa. Kombinasi studio film besar, layanan streaming, jaringan berita, serta saluran TV kabel di bawah satu grup korporasi akan mengubah peta kekuatan Hollywood dan memengaruhi arus konten global.
Dampaknya bagi konsumen dan pekerja kreatif pun luas, mulai dari peluang pendanaan proyek besar hingga kekhawatiran homogenisasi konten.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022