
Mahalini Raharja. (Instagram @mahaliniraharja)
JawaPos.com - Mahalini Raharja akhirnya membagikan alasan di balik pemilihan nama “Koma” untuk album terbarunya. Penjelasan itu disampaikan dalam acara Hearing with Oppal yang ditayangkan di kanal YouTube @OppallD.
Dalam perbincangan itu, Mahalini menjelaskan bahwa judul “Koma” memiliki arti besar bagi perjalanan kariernya.
Bagi Mahalini, kata tersebut bukan hanya sebagai judul, tetapi menggambarkan perjalanan yang belum selesai. Ia ingin karya musiknya selalu didengar oleh orang lain, miskipun ia sudah berhenti bernyanyi.
Menurutnya, tanda koma menggambarkan sebuah jeda yang akan berlanjut terus menerus bukan akhir. Ia merasa proses berkarya tidak berhenti pada satu titik, melainkan terus berjalan mengikuti fase kehidupan.
Penyanyi yang sering disapa Lini itu mengatakan bahwa ia tidak ingin karier dan karya musiknya terhenti begitu saja. Baginya, “koma” adalah simbol karya musiknya yang akan selalu diingat oleh orang lain.
“Soalnya tuh aku ngerasa aku enggak mau berhenti di situ aja gitu,” ucapnya.
“Kalau misalnya sampai nanti aku sudah nggak nyanyi lagi atau pun aku sudah tidak ada di dunia ini, karyaku tetap didengerin gitu. Jadi karyanya akan terus berlanjut habis koma ada apa lagi, ada apa lagi gitu," lanutnya
Di album ini, Mahalini memasukkan berbagai pengalaman emosional dan perjalanan pribadinya. Ia berharap pendengar bisa merasakan setiap cerita yang diberikan lewat lagu-lagu tersebut.
Album “Koma” menjadi simbol bahwa karya musiknya akan selalu didengar oleh publik. Sejalan dengan arti tanda koma yang menandakan jeda, bukan titik akhir. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
