JawaPos.com - Dalam sidang lanjutan kasus meninggalnya Dante anak Tamara Tyasmara dan DJ Angger Dimas yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Umur pada hari ini Senin (5/8), salah satu saksi bernama Darma Anwar Hutapea memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim.
Darma adalah pengunjung yang mendatangi kolam Renang Palem Jakarta Timur tempat Dante tenggelam dalam rangka mengantarkan anaknya melakukan latihan renang. Dia pun mengungkapkan apa yang diketahuinya di hadapan majelis hakim.
Pada momen penting itu, Tamara Tyasmara kecewa berat dengan keluarga terdakwa Yudha Arfandi. Pasalnya, mereka memutuskan keluar ruangan seolah tidak mau mendengarkan kesaksian Dante yang meninggal dunia pada 27 Januari 2024 lalu.
"Hari ini momen penting buat aku karena ini kesaksian dari orang yang ada di TKP. Mana keluarganya? Mereka nggak mau dengar kejadian sebenarnya ? Kenapa pas ada yang pentig pada cabut semuanya," ucap Tamara Tyasmara di PN Jakarta Timur, Senin (5/8).
Tamara menduga, keluarga Yudha Arfandi tidak mau mendengarkan kebenaran. Sehingga mereka pun memilih keluar disaat ada kesaksian yang tidak menguntungkan pihak terdakwa.
"Itu keluarga aneh, kenapa sekarang malah pergi. Kecewa dengan keluarga terdakwa ya. Gimana momen pentingnya Dante meninggal mereka nggak mau dengar," katanya
Tamara mengaku meluangkan waktu disela-sela aktivitasnya dengan datang ke persidangan karena menganggap kesaksian saksi yang ada di tempat kejadian perkara sangat penting untuk mengetahui Dante sengaja dibiarkan tenggelam, ditenggelamkan atau tidak.
"Kita nggak akan pernah tahu apa yang terjadi di sana kalau gak ada kesaksian dari Pak Darma. Karena yang aku lihat cuma dari CCTV atau katanya orang. Sekarang lega sudah bisa dengar langsung kesaksian Pak Darma," ucapnya.
Darma Anwar Hutapea dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim mengatakan bahwa adanya dugaan Dante sengaja dibiarkan tenggelam. Pasalnya, terdakwa terkesan sangat abai dalam menjaga Dante.
Menurut Darma, Yudha Arfandi sempat meninggalkan Dante di kolam renang dewasa dan Yudha memilih ke toilet yang paling jauh dari kolam renang.
"Itu di kolam paling dalam. Terdakwa pergi ke toilet atas yang jauh. Padahal di depan dia ada tiga toilet kosong dan terbuka,” ujar Darma.