Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 November 2023 | 00.23 WIB

Scarlett Johansson Ambil Tindakan Hukum Terhadap Penggunaan AI dalam Iklan Tanpa Izin

Artis Scarlett Johansson/ Sumber: Mike Blake/REUTERS/ANTARA - Image

Artis Scarlett Johansson/ Sumber: Mike Blake/REUTERS/ANTARA

JawaPos.com - Scarlett Johansson memutuskan untuk mengambil tindakan hukum terhadap aplikasi artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan), yang tanpa izin menggunakan nama dan wajahnya dalam iklan online.

Seperti dilansir Antara melalui laman Variety, Rabu (1/11), Scarlett Johansson menemukan dirinya muncul dalam sebuah iklan berdurasi 22 detik yang diunggah di X/Twitter oleh aplikasi kecerdasan buatan bernama Lisa AI: 90s Yearbook & Avatar.

Iklan ini muncul pada tanggal 28 Oktober dan sepertinya telah dihapus dari internet.

Perwakilan Scarlett Johansson memastikan bahwa aktris tersebut bukan juru bicara aplikasi tersebut, dan pengacaranya Kevin Yorn telah mengambil tindakan hukum terkait situasi ini.

“Kami tidak menganggap enteng hal-hal ini. Sesuai dengan tindakan yang biasa kami lakukan dalam situasi ini, kami akan menanganinya dengan semua upaya hukum yang kami miliki,” kata Yorn mengenai kasus Scarlett Johansson.

Dalam iklan tersebut, Scarlett Johansson pertama-tama muncul dalam video lama di balik layar pembuatan film "Black Widow" dari Marvel.

Lalu, Johansson berkata, "Apa kabar teman-teman? Ini Scarlett dan aku ingin kamu ikut denganku..." sebelum gambar menutupi mulutnya dan layar berubah menjadi gambar buatan AI yang menyerupai aktris tersebut.

Suara palsu yang meniru Johansson kemudian terus berbicara dan mempromosikan aplikasi kecerdasan buatan/AI.

“Ini tidak terbatas pada avatar saja. Anda juga dapat membuat gambar dengan teks dan bahkan video AI Anda. Saya pikir Anda tidak boleh melewatkannya,” kata suara yang terdengar seperti Scarlett Johansson.

Namun, dalam tulisan kecil di bawah iklan tersebut disebutkan bahwa gambar itu diproduksi oleh Lisa AI dan tidak ada hubungan dengan orang yang ada dalam iklan.

Aplikasi Lisa AI, yang dikembangkan oleh Convert Software, masih tersedia di App Store dan Google Play. Namun, pembuat aplikasi ini belum memberikan komentar terkait kasus ini.

Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, Tom Hanks juga pernah mengalami situasi serupa di mana namanya dan citranya digunakan tanpa izin untuk tujuan periklanan perawatan gigi.

Perihal hak privasi selebriti, banyak negara bagian di Amerika Serikat memiliki undang-undang yang ketat, seperti di California yang melarang penggunaan "nama, suara, tanda tangan, foto, atau sejenisnya" untuk kepentingan periklanan tanpa izin.

Hal ini menjadi perdebatan serius tentang bagaimana teknologi AI harus diatur dalam konteks iklan dan privasi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore