Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 April 2023 | 17.49 WIB

Uje Meninggal, Rumah Kebakaran, Bikin Abidzar Al-Ghifari Dewasa Sebelum Waktunya

 
JawaPos.com - Abidzar Al-Ghifari, putra mendiang ustad Jefri Al Buchori mendapat tempaan hidup yang cukup dahsyat saat masih duduk di bangku kelas 5 dan 6 SD. Dia kehilangan ayahnya meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan. Setahun kemudian rumah Umi Pipik kebakaran sampai tidak ada yang tersisa dilalap si jago merah.
 
Dua momen itu membuat Abidzar berpikir cukup dalam untuk usianya yang baru menginjak belasan tahun kala itu. Abidzar merasa ibunya yang sudah tidak punya apa-apa lagi, sebagai anak laki-laki, dia harus ikut ambil tanggung jawab meringankan beban Umi Pipik.
 

Abidzar punya keinginan menjadi pendakwah mengikuti jejak Uje.

 
"Nggak lama dari bokap, kakek gua meninggal. Nggak lama dari kakek, rumah kebakaran. Full habis sudah," kata Abidzar saat berbincag dengan Denny Sumargo di podcast Curhat Bang Denny Sumargo.
 
Abidzar mengatakan, setelah ayahnya meninggal memang sempat ada dua ATM milik Uje. Namun keduanya tidak bisa diakses lantaran tidak tahun PIN-nya. Sempat diusahakan diurus ke pihak bank namun tetap tidak berhasil.
 
 
Setelah insiden kebaran rumah terjadi, Abidzar mengaku tidak tahu lagi dimana harus tinggal sementara. Untungnya ada orang-orang baik membantu Umi Pipik dan anak-anaknya.
 
"Sampai besok tidur dimana ya juga bingung. Sahabat-sahabat nyokap gua bukain kamar hotel sebulan buat kita tidur bareng-bareng," tuturnya.
 
Dengan situasi ekonomi keluarga yang dialami cukup berat, Abidzar kemudian memilih terjun ke dunia hiburan tanah air untuk membantu meringankan beban Umi Pipik. Di tahun 2013, Abidzar bermain sinetron Monyet Cantik 2 dan Kami Rindu Ayah. Dan di tahun 2014, dia main film Hijrah Cinta.
 
Abidzar terus menekuni dunia seni peran sampai sekarang. Film terbarunya yang tayang di awal tahun 2023 berjudul Balada Si Roy.
 
Berbincang dengan Denny Sumargo, Abidzar mengatakan dirinya ingin mengikuti jejak almarhum Uje menjadi seorang pendakwah. Namun bukan di usia sekarang, dia merasa perlu waktu untuk mematangkan diri membekali pengetahun yang cukup di bidang agama.
 
Abidzar ingin menjadi pendakwah seperti halnya Uje sebab dia tahu betul betapa besar dampak dan pengaruh ayahnya dulu akibat kebaikan yang ditebarnya. Uje diantar oleh banyak sekali orang saat meninggal dunia. 
 
 
Di usianya yang baru sekitar 12 tahun kala itu, Abidzar mengaku takjub melihat begitu banyak orang mensalatkan sekaligus mengantarkan Uje ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak Jakarta.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore