
Denada tak menampik bahwa dirinua ingin menikah lagi setelah 10 tahun menjanda. (Instagram @denadaindonesia)
JawaPos.com - Penyanyi Denada tidak hadir dalam sidang dengan agenda mediasi atas kasus perbuatan melawan hukum penelantaran anak yang digelar di Pengadilan Negeri Banyuwangi Timur pada Kamis (15/1). Alasan ketidakhadiran Denada karena ada pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan.
Denada melalui kuasa hukumnya menyampaikan keberatan atas gugatan Ressa Rizky Rosano dengan nilai gugatan mencapai Rp 7 miliar. Selain menolak soal angka gugatan, Denada juga tidak secara tegas bersedia mengakui Ressa sebagai anak kandungnya.
"Poin yang paling penting, sudah ada penolakan. Kalau kita bicara angka di ruang mediasi, itu terlalu prematur," kata Ronald Armada, pengacara Ressa.
Setelah menolak gugatan Ressa, Denada melalui kuasa hukumya menyatakan keinginan untuk menjalin komunikasi mau menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan di luar proses persidangan.
Atas penawaran tersebut, pihak Ressa bersedia untuk menyambut secara positif. Bahkan, seandainya Denada merasa Banyuwangi terlalu jauh, pihak Ressa siap bertemu di tempat yang lebih dekat untuk lebih memudahkan bagi Denada guna membicarakan permasalahan secara kekeluargaan.
"Kalau kita sebetulnya open. Cuma mengenai waktu dan tempatnya, sampai saat ini masih tentatif. Kalau Banyuwangi terlalu jauh, kalau mau ketemu di tengah boleh, silakan tentukan waktunya kapan," ungkap pengacara Ressa.
Ressa, menurut pengacaranya, sebenarnya tidak terlalu menaruh harapan kepada Denada saking terlalu dalam kekecewaannya kepada ibunda. Sejak baru lahir hingga Ressa berusia 24 tahun, pertemuan Denada dan Ressa bisa dihitung dan disebut tidak pernah duduk bersama mengobrol lebih dari 5 menit.
Yang semakin membuat Ressa kecewa, dia sempat datang ke rumah Denada di Jakarta dan menunggu selama 3,5 jam. Sayangnya, usaha untuk bertemu Denada tidak membuahkan hal positif karena karena tidak ditemui.
Bukan hanya satu hari, Ressa kabarnya sampai 2 hari datang ke rumah Denada di Jakarta namun tidak mendapat respons positif.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
