
Momen saat UAS dan Das
JawaPos.com - Ustadz Das'ad Latif kembali datang ke pondok pesantren yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Somad dan diajak berkeliling untuk melihat sejumlah pemandangan baru akibat pembangunan cukup masif dalam beberapa tahun belakangan.
Das'ad Latif dibuat takjub karena bangunan pesantren yang ditempati UAS perkembangannya cukup signifikan. Pemandangannya jauh sekali berbeda dibandingkan dengan saat kunjungan dia sebelumnya.
"Kita bersama dengan tuan guru kita. Waktu ke sini 4 tahun lalu belajarnya masih di saung, belum ada semua bangunan ini. Ini buktinya selama niat kita baik, tidak mungkin Allah tidak menolong kita," ujar Das'ad Latif dalam video unggahan akun Instagram ustadz Abdul Somad.
Das'ad Latif mengaku senang ketika berkumpul dengan UAS karena merasa berkumpul dengan orang baik dan berkumpul dengan guru, bakal dipenuhi dengan keberkahan hidup dan hidayah.
Das'ad Latif mengibaratkan UAS di kampungnya ibarat harimau di dalam hutan yang selalu menjadi penjaga sekaligus pelindung wilayah dari pengaruh negatif.
"Saya mengibaratkan ulama dengan satu kampung ibarat hutan dengan harimau. Kalau ada harimau dalam hutan itu tidak berani macam-macam, kenapa? Ada harimau yang menjaganya. Kalau ulama ada di satu kampung maka orang tidak akan menginjak-injak kampung kita. Kalau harimau tidak ada dalam hutan, seenaknya orang datang ke hutan," kata Das'ad Latif.
Dia kemudian menyinggung soal banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera terjadi akibat hutan digunduli dengan seenaknya demi kepentingan bisnis jangka pendek.
"Lihat hutan dibabat habis. Dia katakan ini kejadian alam, Allah yang berbicara. Dia perlihatkan pasukanya datang kayu-kayu gelondongan..Kita doakan tuan guru UAS sehat walafiat, jadi sumber keberkahan di kampung ini," imbuhnya.
UAS sangat setuju dengan pernyataan Das'ad Latif. Tak mau kalah, dia pun ikut memberikan sindiran terkait aksi pembabatan hutan yang kemudian melahirkan tragedi kemanusiaan dengan sebuah pantun.
"Memang manis buah limau dimakan setelah makan lontong. Kalau sudah hutan tidak ada harimau habislah pohon kayu kena potong," kata UAS.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
