
Instagram Bintang Emon
JawaPos.com - Komika Bintang Emon memberikan kritikan pada polisi berkaitan dengan peristiwa yang terjadi belakangan ini. Menurut dia, dengan power besar yang dimiliki polisi, seharusnya mereka bisa lebih bijaksana dalam bertindak.
"Kalau ada kontra narasi soal, 'lagian masyarakat mukul duluan sih'. Bedain powernya pak. Power lu tuh banyak. Lu punya pentungan, lu punya tameng, lu punya pistol, lu punya mobil, yang semuanya ini dari duit orang nih. Lu punya aturan untuk membenarkan kekerasan yang lu lakukan. Ada aturan itu lu," ujar Bintang Emon dalam unggahannya di Instagram.
Dengan power besar dimiliki polisi, kata Bintang Emon, harusnya diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan kebijaksanaan yang besar pula. Karena kekuatan besar mengharuskan adanya tanggung jawab besar pula.
"Orang dengan power kayak gitu harusnya diisi sama orang yang kebijaksanaannya tinggi. Masalahnya, orang yang masuknya nyogok, masuknya pakai orang dalam, anak baru lulus SMA pendidikan 6 bulan, punya nggak kebijaksanaan itu?," tuturnya.
Bintang Emon juga menyatakan, polisi memang memiliki manfaat besar di masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Poin kritikannya bukan pada fungsi polisi.
"Yang kita benci tuh bukan fungsi polisinya, tapi orang-orang nggak kompeten yang ngisi fungsi polisi," katanya.
Lebih lanjut diungkap Bintang Emon, aksi demonstrasi dalam beberapa hari belakangan sebetulnya yang sasaran kritikan masyarakat adalah DPR. Disaat rakyat menjerit kesulitan ekonomi, mereka malah mendapat tunjangan besar. Selain itu, mereka juga resah dengan tingkah anggota DPR yang dinilai tidak memperlihatkan empati dengan kapasitas mereka sebagai lembaga yang mewakili rakyat.
"Ya, terus bagaimana? Kita mah cuma ngelaksanain tugas doang ya. Terus kita juga bagaimana, pak? Kan kita memang demonya pengin ke DPR, marahnya ke DPR. DPR-nya masang lo, masak gara-gara masang lu, jadi harus sopan santun, lemah lembut lagi kayak yang sudah sudah beberapa tahun ini," kata Bintang Emon.
Aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta menelan korban yaitu seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan. Dia meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis Brimob Polri pada Kamis (28/8) malam lalu.
Influencer otomotif Fitra Eri mengkritik langkah pihak kepolisian membawa mobil rantis ke tengah kerumunan massa demo. Menurut dia, mobil itu memiliki bobot sangat berat, dan untuk pengereman harus dilakukan dari jarak jauh.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
