Netizen Korea bereaksi keras terhadap investigasi pajak khusus HYBE oleh otoritas Korea. (Allkpop)
JawaPos.com - HYBE, perusahaan hiburan ternama Korea Selatan, kini berada dalam sorotan tajam publik setelah Kantor Pajak Daerah Seoul memulai investigasi pajak khusus terhadap mereka.
Investigasi ini dilakukan oleh Biro Investigasi ke-4, yang tanpa pemberitahuan mendatangi kantor pusat HYBE di Yongsan pada Senin (28/7) lalu untuk mengumpulkan dokumen penting.
Laporan investigasi pun memicu reaksi luas dari netizen Korea. Mereka mempertanyakan moralitas dan legalitas manajemen HYBE serta menyerukan penyelidikan menyeluruh atas dugaan pelanggaran serius.
Melansir laman Allkpop, netizen merinci beberapa indikasi kuat yang dapat menjadi dasar audit, di antaranya:
Rumah mewah milik Bang Si Hyuk senilai 36,5 miliar KRW atau sekitar Rp 430 miliar (dengan kurs Rp 11,78 per KRW) di AS tidak tercatat dalam aset HYBE, dan kini menjadi sorotan Komisi Perdagangan yang Adil.
Kolaborasi antara ADOR dan Krafton menghasilkan penjualan besar, yakni sekitar 4,1 miliar KRW atau sekitar Rp 48,3 miliar, namun tidak dilaporkan dalam dokumen transaksi internal awal HYBE.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 30 Juli 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
HYBE dituduh hanya melaporkan pendapatan sebesar 2,1 miliar KRW atau sekitar Rp 24,7 miliar, jauh dari pendapatan sebenarnya yang mencapai 2,178 triliun KRW atau sekitar Rp 25,6 triliun, untuk menghindari pajak dan biaya lainnya.
Ocean Drive Investment yang merupakan perusahaan milik mantan CEO Park Ji Won, baru diungkapkan HYBE sebagai afiliasi resmi setelah hampir tiga tahun.
Label-label seperti ADOR dan Source Music membayar biaya ke HYBE dalam jumlah jauh lebih besar dibanding pendapatan resmi mereka, yang menimbulkan dugaan mark-up internal yang disengaja.
Seorang pejabat Layanan Pajak Nasional menyebutkan bahwa investigasi ini menyasar dugaan manipulasi pasar, penggelapan pajak lintas negara (termasuk ke AS, Jepang, dan Asia Tenggara), serta rekayasa transaksi antar perusahaan afiliasi.
HYBE sendiri termasuk dalam 27 perusahaan yang diduga terlibat, dengan nilai dugaan penggelapan pajak mencapai 1 triliun KRW atau sekitar Rp 11,78 triliun.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
